Upacara Harlah Pancasila Bermasalah, Sekda SBT : Ini Fatal

Upacara Harlah Pancasila Bermasalah, Sekda SBT : Ini Fatal

BULA, hunimuanews.com - Upacara peringatan hari lahir Pancasila yang digelar pemerintah kabupaten Seram Bagian Timur, Jumat (1/6) diwarnai sejumlah insiden. Sekretaris Daerah SBT, Syarif Makmur pun memberikan teguran kepada petugas upacara.

 

Insiden pertama terjadi saat komandan upacara memberikan aba-aba penghormatan kepada inspektur upacara dengan kalimat yang nyaris berbeda dengan yang lazim diucapkan pada upacara umumnya.

 

Selain itu, setelah kembali ke tempat semula, komandan upacara yang merupakan salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemda SBT ini malah berdiri dekat tiang bendera, sehingga saat pasukan pengibar bendera Merah Putih berbaris menuju tiang bendera, nyaris menabrak dia.  

 

“Mundur ke belakang. Jangan dekat tiang bendera,” tegur beberapa peserta upacara kepada komandan upacara, agar memberikan jalan bagi pasukan pengibar bendera.

 

Tidak sampai disitu, kesalahan lain terjadi saat bendera Merah Putih akan dinaikkan. Komandan upacara kembali mengucapkan aba-aba penghormatan kepada Bendera Merah Putih dengan kalimat yang nyaris berbeda dengan yang lazim diucapkan pada upacara umumnya.

 

Kesalahan yang sama juga terjadi saat komandan upacara memberikan aba-aba penghomatan terakhir kepada inspektur upacara.

 

Selain menuai cibiran peserta upacara, beberapa kali kesalahan saat upacara yang dilaksanakan di pelataran kantor bupati SBT tersebut disayangkan Sekretaris Daerah SBT, Syarif Makmur yang bertindak sebagai inspektur upacara.

 

Syarif Makmur pun memberikan teguran kepada ASN yang bertindak sebagai pemimpin upacara tersebut.

 

“Bapak melapor salah, cara penghormatan, balik kanan balik kiri masih keliru. Ini disaksikan oleh teman-teman dari kejaksaan dan TNI Polri,”kata Syarif Makmur di hadapan peserta dan petugas upacara sebelum membacakan sambutan Presiden.

 

Insiden saat upacara tersebut menjadi indikasi, para petugas upacara tidak melakukan persiapan yang matang.

 

Syarif Makmur mengingatkan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta seluruh  ASN di daerah ini, agar lebih matang dalam mempersiapkan setiap upacara penting seperti ini di waktu mendatang.

 

Syarif Makmur menegaskan, ASN yang ditunjuk sebagai petugas upacara harus memiliki kemampuan yang baik. “Apalagi ditunjuk sebagai komandan upacara harus orang-orang yang tahu PBB (Peraturan Baris Berbaris-red),”ingatnya

 

Dengan begitu, kesalaan saat upacara tidak terjadi. Apalagi upacara hari-hari Nasional seperti peringatan hari lahir Pancasila.“Ini sangat fatal dan ini sering terjadi di OPD-OPD,”ungkap Syarif Makmur. .  

 

Diketahui, itu bukan kali pertama terjadinya insiden saat upacara peringatan hari – hari nasional di kabupaten SBT.

 

Sebelumnya, insiden juga terjadi saat upacara peringatan hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2015. Saat itu, lagu Indonesia Raya telah selesai dinyanyikan tapi bendera belum sampai di ujung tiang.  

 

Insiden lagi juga terjadi saat upacara peringatan hari Sumpah Pemuda tahun 2016 di pelataran kantor Bupati SBT. Saat itu, tali pada tiang bendera putus, sehingga bendera Merah Putih baru dapat dikibarkan setelah upcara selelsai dilaksanakan.(HN-MB)