Turnamen "Piala Raja" Titik Awal Mengasah Bakat Olahraga di SBT

Turnamen "Piala Raja" Titik Awal Mengasah Bakat Olahraga di SBT

BULA, hunimuanews.com-Turnamen Piala Raja tahun 2021 yang digelar di petuanan Kianlaut kecamatan Siritaun Wida Timur kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) beberapa waktu lalu, merupakan titik awal untuk menggenjot minat dan bakat pemuda di bidang olahraga. 

 

Hal ini diungkapkan koordinator turnamen Piala Raja Se-Petuanan Kianlaut Aziz Rumarey Wattimena kepada media ini di Bula, (14/09). 

 

Aziz menjelaskan, semula inisiatif pelaksanaan turnamen Piala Raja itu berawal dari idenya sendiri. Dari ide tersebut kata Aziz, dirinya memilih negeri Kianlaut sebagai projet awal pelaksanaan kegiatan tersebut. Menuju tahapan pelaksanaan event Piala Raja itu, pihaknya turut menggandeng kerja sama dengan sesepuh adat petuanan Kianlaut untuk menyukseskan kegiatan dimaksud.

 

"Ini inisiatif beta sendiri melaksanakan kegiatan ini, hanya saja beta butuh kerja sama dengan semua pihak, terutama sesepuh adat di negeri Kianlaut," ujarnya

 

Dikatakan, sejauh ini dirinya mengamati minat dan bakat olahraga terutama pada bidang olahraga (Sepakbola) di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) cukup baik. Dari apa yang diamati itu lanjut Aziz, pihaknya berniat menyelenggarakan kegiatan tersebut, semata mata untuk menggenjot minat dan bakat para pemuda di negeri bertaburan adat istiadat ini.

 

"Di kabupaten SBT ini terlihat minat dan bakat olahraga ini cukup banyak, hanya saja seng ada wadah atau ruang untuk meningkatkan hal ini. Melalui kegiatan Piala Raja ini beta mencoba untuk menggali potensi itu terutama di petuanan Kianlaut ini," terangnya

 

Disamping itu, mantan pemain Persiwa Wamena ini menandaskan, usai dari turnamen Piala Raja yang digelar di petuanan Kianlaut itu, rencananya pihaknya akan menyasar beberapa negeri adat di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) untuk menyeleksi berbagai pemain terbaik yang akan disiapkan dalam mengikuti event bergengsi lainnya.

 

 

"Setelah dari Piala Raja di negeri Kianlaut ini, akan kami lanjutkan dengan kegiatan yang sama pada beberapa negeri adat lainnya. Tujuannya untuk katong seleksi dan menyiapkan pemain-pemain terbaik dalam satu format yang besar untuk berlaga di kanca nasional," jelasnya

 

Aziz Rumarey Wattimena yang juga salah satu pemain asal Maluku yang berlaga di Liga devisi dua Indonesia itu menegaskan, untuk mengembangkan minat dan bakat generasi di bumi Raja-Raja ini sangat membutuhkan komitmen yang besar serta adanya kontribusi dari semua pihak. Sebab menurutnya, Seram Bagian Timur (SBT) selain dari sumber daya manusia, talenta regenerasi di bidang olahraga ini cukup mengais perhatian.

 

"Beta berharap semoga minat dan bakat olahraga di kabupaten SBT ini dapat diperhatikan oleh semua pihak, terutama pemerintah daerah sebab sesungguhnya SBT ini kaya akan kelebihan seperti ini untuk itu butuh komitmen dalam meningkatkan bakat bakat seperti ini," tandasnya

 

Jika sedikit menoreh jejak rekam anak adat ini, Aziz merupakan salah satu pemain asal Maluku yang pernah berlaga di Liga Indonesia diantaranya Persiwa Wamena, Persika Karawang dan Ps Bengkulu. Sementara untuk membela Timnas (Tim Nasional) pernah berlaga di Thailand, Singapura, Malaysia dan Jepang. 

 

Dari pengalaman dan prestasi yang diraih itu seraya berharap bakat generasi emas di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dapat ditingkatkan. Hal itu bertujuan agar kemampuan tersebut dapat terakomodir secara baik.

 

"Dari itu harapan beta kedepan semoga bakat bakat yang ada di SBT ini bisa mencapai prestasi yang lebih baik dari beta, dan juga pemerintah bisa menyiapkan sarana prasarana untuk olahraga khususnya sepak bola tapi lebih bagusnya lagi semua cabang olahraga krna bakat di sbt bukan hanya tentang sepak bola saja tapi banyak juga yg mempunyai bakat di olahraga lainnya," harapnya.

 

 

Sementara turnamen Piala Raja tahun 2021 yang sedang berlangsung di negeri Kianlaut kecamatan Siritaun Wida Timur itu dijelaskan akan berlangsung kurang lebih sepuluh hari waktu pelaksanaannya.

 

"Katong rencanakan kegiatan itu berlangsung hingga selesai itu kurang lebih 10 hari waktu pelaksanaannya," ujar dia

 

Tim yang berlaga dalam turnamen Piala Raja itu sebanyak 12 tim se-petuanan Kianlaut. Selain itu, Turnamen Piala Raja tersebut, turut dimeriahkan dan di sport oleh seluruh pemangku kepentingan maupun stakeholder se petuanan Kianlaut.

 

"Jadi kegiatan ini cukup didukung oleh sesepuh adat di negeri Kianlaut, para stakeholder, dan seluruh lapisan masyarakat petuanan Kianlaut," akuinya

 

Dikatakan, jelang pelaksanaan kegiatan Piala Raja itu, sesepuh Negeri adat Kianlaut merespon baik, yang mana negeri adat Kianlaut menjadi titik awal pelaksanaan turnamen Piala Raja di kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

 

Jalannya kegiatan tersebut akui Aziz, tidak terlepas dari sport Pemerintah Daerah (Pemda). Dengan demikian selaku koordinator kegiatan pihaknya menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan tersebut. (HN-MR)