Tuduhan Pemalsuan Fom-C6, Kepsek SMPN Suru Merasa di Fitnah

Tuduhan Pemalsuan Fom-C6, Kepsek SMPN Suru Merasa di Fitnah

BULA, hunimuanews.com-Dugaan pelanggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang digelar 9 desember lalu di kecamatan Sirittaun Wida Timur kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) bertempat di desa Administratif Suru menjadi bumbu tidak sedap untuk dikonsumsi publik.

 

Pasalnya dugaan pelanggaran pemilu yang sengaja dilakukan oleh oknum kepala sekolah (Kepsek) SMP 41 SBT, Ali Fauz Rumuar melalui dugaan pemalsuan Fom C 6 dengan maksud memenangkan kandidat tertentu itu tidak benar adanya.

 

Saat dikonfirmasi hunimuanews.com melalui telepon selulernya pada Kamis,(17/12/20) di Bula, Rumuar membeberkan peristiwa jelas terkait isu pemalsuan dokumen negara ini oleh oknum tertentu terhadap dirinya sangat tidak dibenarkan.

 

Rumuar mengatakan dirinya tidak terlibat langsung dalam melakukan tindakan pelanggaran apapun berupa manipulasi data, atau perubahan lainya dalam isi surat Fom C 6 yang diberikan oleh kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) di TPS 01 desa Administratif Suru.

 

"Beta seng lakukan perubahan apa-apa terkait surat undangan yang diberikan oleh ketua KPPS dan anggotnya, hanya saja undangan yang dong bagikan kepada yang bersangkutan atas nama Arsat Maulana itu memiliki dua undangan sama yang diberikan oleh Anggota KPPS, maknya beta cuman ambil salah satu undangan dari Arsat par kasi di muhammad Rumadaul yang seng dapa undangan, padahal Muhammad ini pung nama ada di DPT kanapa dia sg dapa undangan". Ucap Rumuar.

 

Rumuar menambahkan terkait isu pemalsuan dokumen Fom C 6 itu terhadap dirinya, ia telah melakukan konfirmasi melalui telepon seluler dini hari bersama ketua KPPS  Nurmila Rumakabis untuk mendiskusikan persoalan dimaksud agar lebih jelas.

 

Dirinya mempertanyakan tindak pelanggaran dan pemalsuan seperti apa yang dimaksud, sedangkan ia tidak pernah melakukan perubahan apapun dalam isi surat Fom C 06 tersebut. Pungkasnya

 

"Padahal Beta seng tau kalau ada orang yang su fitnah beta bahwa Beta yang sengaja kasin kaluar Fom C 6 atau undangan itu par orang tertentu untuk mencoblos." Tegas Rumuar.

 

Menurut keterangan yang disampaikan Nurmila Selaku Ketua KPPS kepada yang terduga tentang masalah tersebut yakni penandatangan didalam Fom C 6 sebelum terbagi kepada peserta pemilu agar dipergunakan secarah sah.

 

"Tanda tangan yang tertera dalam Fom C 06 atau surat pemberitahuan pencoblosan  itu memang bukan beta yang tanda tangan secara langsung, tapi beta perintahkan salah satu anggota KPPS yang tanda tangan akang atas nama Siti Surat Usman sebab dia anggota saya". Ungkap Nurmila.

 

Ketua KPPS itu juga menjelaskan masalah tanda tangan yg telah ditiru oleh salah satu anggota KPPS-nya atas nama Siti Surat Usman telah disampaikan kepada panitia pengawas kecamatan (Panwascam) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Sirittaun Wida Timur untuk diketahui dan diselesaikan, menurutnya perintah menjiplak tanda tangan itu melalui kebijakan dirinya selaku ketua KPPS, bukan atas keinginan anggotanya sendiri.

 

Dengan demikian dugaan pelanggaran dalam bentuk pemalsuan Fom C 6 itu tidak dibenarkan oleh yang bersangkutan, serta sumber penandatangan dalam isi Fom C 6 yang digunakan oleh peserta pemilu mendapat penjelasan secara jelas dan diketahui oleh pihak penyelenggara setempat. (HN-AMR)