Tiga Anggota Simpank Dipolisikan Kepala Pemerintah Negeri Kian SBT

Tiga Anggota Simpank Dipolisikan Kepala Pemerintah Negeri Kian SBT

BULA, hunimuanews.com - Tiga anggota Solidaritas Mahasiswa Kian Peduli Negeri (Simpank), Kecamatan Kian Darat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), dipolisikan Kepala Pemerintah Negeri Kian, Abdul Razak Weul Artafella, atas dugaan pencemaran nama baik. Kamis, 23/07/2020.

 

Masing-masing diantara, Idris Boufakar, Usman Rumadaul dan Jufran Rumadaul. Ketiga nama tersebut sebagaimana terlampir pada surat panggilan dikeluarkan pada Selasa, 21/07/2020. 

 

Idris Boufakar mengatakan, pada Jumat, 24/07/2020 besok, dirinya bersama dua teman lainnya, akan menjalankan pemeriksaan di ruang unit III Sat Reskrim Polres SBT sesuai laporan Kepala Pemerintah Negeri Kian.

 

"Besok kami dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan klarifikasi biasa. Atas laporan tergugat Abdul Razak Weul Artafela, terkait pencemaran nama baik "ucap Idris, sambil menunjukkan surat panggilan dimaksud.

 

Padahal kata Idris, perjuangan yang dilakukan Solidaritas Mahasiswa Kian Peduli Negeri itu, semata menuntut hak-hak masyarakat serta menolak keras proses ketidakadilan di Negeri Kian, yang dilakukan Kepala Pemerintah Negeri.

 

"Hari Minggu, 19/07/2020. Kami melakukan aksi protes di depan kantor Pemerintah Negeri Kian. Aksi tersebut kami juga tulis beberapa tulisan di poster yaitu, memanggil Kepala Pemerintah Negeri Adat Kian, Datang Kamari Katong Bicarakan Persoalan Negeri" ucap Idris.

 

Idrus, merasa heran atas sikap Kepala Pemerintah Negeri Kian itu. Padahal menurutnya, aspirasi yang disampaikan persoalan jeritan ketidakadilan yang terjadi. "Namun sayangnya, atas sikap kami itu. Malah kami dikejutkan dengan surat panggilan dari pihak kepolisian pada Selasa, 21/07/2020" jelas Idris.

 

Hal senada Usman Rumadaul menjelaskan, organisasi setempat tetap komitmen dengan prinsip perjuangan. Lanjut Usman, wajar jika mahasiswa tergabung dalam Simpank, melakukan desakan berupa tulisan poster sampai pada memosting tulisan di facebook sebagai kelanjutan gerakan tersebut.

 

Sebab, sudah tiga kali Simpank meminta baik-baik Kepala Dusun Hi. Najam Rumadaul dan ketua BPNA Jafar Keliandan. Untuk menyampaikan maksud kami terhadap Kepala Pemerintahan Kian Abdul Razak Weul Artafella, agar datang menemui kami membahas persoalan di Negeri Kian.

 

"Namun, pucuk pemimpin itu, tetap saja mengelak, dengan alasan, sebelum Mahasiswa Simpank bertemu saya, terlebih dahulu kalian bertemu dengan kaur atau perangkat saya untuk menyampaikan maksud kalian" ucap Usman.

 

Usman menambahkan, kami menolak dan ingin menyampaikan tuntutan secara langsung di hadapan kepala pemerintah negeri Kian. "kami tidak berurusan dengan kaur. Sebab, yang jadi biang kerok persoalan saat ini adalah kepala pemerintahnya" Pungkas Usman. (HN-Opan)