Terinspirasi Kapal Titanic, Yusuf Rumodar Hasilkan Miniatur Kapal

Terinspirasi Kapal Titanic, Yusuf  Rumodar Hasilkan Miniatur Kapal

 

Terinspirasi kapal Titanic,  Yusuf Rumodar, pemuda dusun Samboru Rumbawa negeri Kataloka kecamatan Pulau Gorom kabupaten Seram Bagian Timur ini kini telah berhasil membuat puluhan miniatur kapal. Hasil karyanya telah dikenal di sejumlah daerah di Indonesia.

 

Catatan : Redaksi Hunimuanews.com

 

Hari masih pagi, hujan gerimis sedang  membasahi bumi dusun Samboru Rumbawa negeri Kataloka kecamatan Pulau Gorom kabupaten Seram Bagian Timur.Penduduk di dusun ini mulai sibuk dengan  aktivitas masing-masing.

 

Dua gelas berisi kopi dan satu piring berisi Kue khas warga Pulau Gorom telah telah tersaji di atas meja pada ruang tamu rumah keluarga Rumah keluarga Yusuf Rumodar, mengawali perbincangan ringan bersama Yusuf Rumodar, pemuda yang dikenal kreatif membuat miniatur  kapal ini.

 

Disela menyeruput kopi, Hunimuanews.com perlahan mengorek informasi dari  Yusuf tentang kreativitasnya memproduksi miniatur   kapal.

 

Yusuf yang tampil bersahaja itu  pun tidak pelit menceritakan perihal minatnya membuat miniatur Kapal.

 

Anak pertama dari empat bersaudara ini mengatakan, keinginannya untuk membuat miniatur kapal penumpang tersebut berawal saat ia masih duduk di bangku SMP negeri 2 Kataloka, sekitar awal tahun 2000.

 

"Waktu itu saya terinspirasi saat nonton film kapal Titanic. Saya tertarik dengan kapal Titanic yang sangat besar dan megah,"kata Yusuf yang akrab disapa Ucu ini.

 

Kendati saat itu belum mengetahui secara jelas cara membuat kapal, namun Ucu yang belakanganan diketahi memiliki potensi kerajianan ini tidak menyerah dalam mewujudkan impiannya, membuat miniatur kapal.

 

"Jadi, setelah nonton Film Kapal Tintanic, besoknya saya langsung ke hutan untuk cari kayu untuk buat kapal. Waktu itu saya buat miniatur kapal Tidar,"ungkapnya.

 

Berhasil membuat miniatur KM. Tidar, anak dari pasangan suami isteri Ismail Rumodar dan Zainab Rumodar ini kian beremangat untuk berkarya lagi.

 

"Berikutnya saya buat miniatur KM Pangorango. Itu saya berikan sebagai kenang-kenangan buat kepala sekolah saya di SMP. Satu lagi buat kepala  sekolah saya di SMA,"ungkapnya.

 

Sejak itu, hasil karyanya pria kelahiran Samboru, 30 April 1987 ini mulai tersiar di warga sekitar. Ada warga dari kampung tetangga pun datang kepadanya, meminta dibuatkan miniatur kapal serupa lalu mereka membelinya. "Waktu itu saya jual dengan harga satu juta tiga ratus ribu per unit,"sebut pria murah senyum ini.

 

Bentuk Miniatur kapal yang dihasilkan itu lengkap berbagai aksesoris berupa lampu dan sarana pendukung lainnya.

 

Semakin hari, hasil karya Ucu kian tersohor. Tidak hanya warga di pulau Gorom, peminat hasil karya Ucu juga dari luar pulau Gorom. Miniatur kapal karya Ucu  ada diantaranya yang dipesan oleh peminat asal  Surabaya,  Kota Tual dan Ternate serta Kota.Ambon. Kemampuannya membuat miniatur kapal itu pun menjadi berkah, pintu rezeki baginya.

 

" Harganya mulai dua juta rupiah. Sampai saat ini, saya sudah hasilkan sekitar 50 puluh miniatur kapal dan telah dibeli," katanyai.  

 

Saat ini, Ucu mulai mengembangkan ketrampilannya tersebut dengan membuka Mebel dengan melayani pembuatan perabot rumah tanggan berupa meja dan kursi serta lemari.

 

Tak jarang, ia mendapat pesanan kursi dan meja dari sekolah tertentu. " Sambil buat miniatur kapal juga kalau ada yang pesan,"katanya.

 

Kendati usaha Mebelnya berjalan dengan baik, namun pria yang saat ini juga menjadi tenaga honor di salah satu sekolah menengah Atas itu mengakui, masih menghadapi beberapa kendala untuk mengembangkan usahanya tersebut.

 

" Butuh lokasi yang lebih luas, karena sekarang kerja di rumah. Jadi mau cari lokasi di luar rumah biar lebih leluasa dalam bekerja,"tandasnya.

 

Selain itu, Yusuf yang mengaku mewarisi ketrampilan ayahnya sedalam membuat perabot rumah tangga ini juga berharap adanya perhatian pemerintah daerah setempat. Ia membutuhkan peralatan yang lebih memadai untuk mengembangkan usahanya tersebut.(***)