Tanah Ulayat Diserebot, Warga Belis Boikot Perusahaan Kayu

Tanah  Ulayat  Diserebot, Warga Belis Boikot Perusahaan Kayu

 

BULA, Hunimuanews-  Tanah Ulayat  akan digunakan sebagai area usaha penebangan pohon, warga desa Belis kecamatan Teluk Waru kabupaten Seram Bagian Timur protes. Mereka menolak  aktivitas pihak PT. Strata Pasifik, pemilik modal yang masuk tanah Ulayat itu.

 

Aksi protes dilakukan warga Belis setelah mengetahui pihak PT. Strata Pasifik mulai beraktivitas di area hutan yang menjadi hak Ulaya mereka. Warga pun memboikot aktivitas pihak perusahaan di area hutan tersebut.

 

Warga  menyesalkan aktivitas pihak PT. Strata Pasifik yang di tanah Ulayat mereka tanpa koordinasi yang baik, terutama  dengan pemerintah dan masyarakat desa tersebut.

 

Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Jumat (20/4) digelar  pertemuan bersama pemerintah dan warga desa Belis dengan pihak PT. Strata Pasifik dilakukan di desa Belis.

 

Pertemuan yang juga dihadiri aparat TNI dan Polri serta kepala wilayah kecamatan Teluk Waru itu pun diwarnai protes warga.

 

“ Yang sangat kami sesalkan, tidak ada koordinasi yang baik. Jadi, mereka masuk rumah tanpa Assalamualaikum, pak,”beber salah satu tokoh masyarakat desa Belis  pertemuan tersebut.

 

Secara bergantian, warga menyampaikan kekesalan mereka di hadapan pihak perushaan tersebut. “ Kami protes terhadap pimpinan perusahaan dan oknum-oknum yang membuat keputusan tanpa koordinasi,”ungkap warga lain desa Belis.

 

Selain masalah tanah Ulayat, menurut warga, mereka juga harus tahu tentang dampak aktivitas penebangan kayu tersebut bagi mereka, termasuk dampak lingkungan dan dampak  terhadap kesejahteraan mereka.

 

Tidak hanya itu, warga Belis juga belum mengetahui secara jelas isi dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) tentang aktivitas pihak perusahaan tersebut.

 

Semestinya, sebelum pihak PT. Strata Pasifik beraktivitas,  digelar rapat bersama pihak perusahaan dengan semua masyarakat pemilik tanah Ulayat . Sehingga,  semua masyarakat dapat mengetahui secara baik tujuan serta dampak kehadiran pihak pemilik modal tersebut bagi masyarakat.  

 

Tidak terima tanah Ulayat digunakan tanpa koordinasi yang baik, ada warga Belis mengusulkan agar pihak perusahaan  ‘angkat kaki’ dari area tanah ulayat Belis tersebut.

 

“ Sebagai anak negeri Belis, dengan hormat saya harap aktivitas perusahaan di tanah ulayat Belis dihentikan,”tegas salah satu tokoh pemuda Belis, Abdul Samad Rumbalifar, disambut teriakan setuju warga yang hadiri dalam pertemuan tersebut.

 

Kendati begitu, belum ada kepastian tentang kelanjutan aktivitas pihak PT. Strata Pasifik di tanah Ulayat desa Belis tersebut.

 

Karena itu, akan digelar pertemuan lagi guna membicarakan masalah yang melatarai protes warga terhadap kehadiran pihak perusahaan itu.

 

Direktur Operasional PT. Strata Pasifik, Dedi Karnain kepada wartawan seusai pertemuan tersebut  mengatakan, pihaknya tetap terbuka kepada masyarakat. Sehingga, bila ada hal tertentu yang belum dilakukan pihaknya, dapat dikoordinasikan secara baik.

 

Terkait tanah Ulayat, Dedi Karnain mengaku tidak dapat memberikan penjelasan secara rinci. Hal itu lebih tepat dijelaskan oleh pemilik hak ulayat.

 

“ Kalau bicara batas hak ulayat, saya tidak bisa bicara banyak. Karena yang tahu adalah yang punya. Kalau batas wilayah kita perusahaan tahunya,  oh disini batas izinya, berarati berada di HPT, hutan produksi terbatas. Di luar hutan produksi, kami juga tidak akan tebang,”jelasnya.

 

Karena itu, perlu ada pertemuan lagi dengan melibatkan masyarakat pemilik Ulayat, agar masalah tersebut dapat diselesaikan.

 

“Kita upayakan secepatnya ada koordinasi lagi, supaya masalah ini cepat selesai. Kami pihak perusahaan tetap terbuka. Tidak ada yang disembunyikan, Kita dari perusahaan, Welcome saja. Setiap saat kami siap,”terangnya.

 

Terkait dokumen Amdal, Dedi Karnain juga mengaku tidak dapat memberikan penjelasan lebih rinci.  

“SK Amdalnya keluar tahun 2013. Tapi,  kalau bicara Amdal, terus terang saya takut salah. Kalau lihat dokumennya lebih enak. Kebetulan saya tidak bawa dokumen, Tapi sangat pasti, Amdalnya ada,”katanya.(HN-MB)