Soal Gizi Buruk, Dinas Kesehatan SBT: Tidak Benar Pemda Tak Peduli

Soal Gizi Buruk, Dinas Kesehatan SBT: Tidak Benar Pemda Tak Peduli

BULA, hunimuanews.com - Sekertaris Dinas Kesehatan SBT Malik RM Yusuf mengungkapkan informasi yang di sampaikan bahwa Pemda SBT tidak peduli dengan penanganan kasus gizi buruk di SBT itu tidak benar, ungkap Yusuf kepada media, Jumat (7/2/2020).

 

Sesuai data, Yusuf menyebutkan penderita gizi buruk yang dirawat di RSUD Bula kabupaten SBT sebanyak 32 orang, dua diantaranya dari Kobisonta Kabupaten Maluku Tengah.

 

Selain itu lanjut yusuf jumlah tersebut merupakan data penderita gizi buruk yang dirawat selama tahun 2019. "Semua pasien sudah dilakukan penanganan dengan baik, serta tidak ada lagi penderita gizi buruk tahun 2019 yang masih dirawat di RSUD Bula" ungkapnya.

 

Yusuf menambahkan semuah pasien gizi buruk yang dirawat di tahun 2019 mereka sudah kembali ke rumah dengan kondisi gizi baik. "Setelah dirawat di RSU, biaya pemulangan termasuk orang tuannya hingga ke desa mereka juga ditangani oleh Pemda SBT sesuai dengan penetapan pemerintah daerah" tuturnya.

 

Gizi buruk yang kebanyakan dirawat di RSUD Bula lanjut Yusuf, juga dari penyakit lainnya. Di antaranya diare dan infeksi paru-paru yang diderita ana-anak. “Anak kalau diare terus, sakit paru-paru harusnya diobati. Kalau tidak akhirnya berdampak ke gizi buruk. Jadi bukan murni gizi buruk, tapi karena ada riwat penyakit lainnya,” ungkapnya

 

Ia menambahkan, penderita gizi buruk di SBT sebagian besar bukan gizi buruk murni. Melainkan dampak dari pola asuh yang tidak benar oleh orang tua. “Rata-rata karena pola asuh,” ucapnya.

 

Khusus di Tahun 2020, Yusuf mengakui ada dua anak yang dirawat terkait gizi buruk di RSUD Bula, dan kini dalam penanganan serius pihak RSU dan balita atau anak anak tersebut tidak murni penderita gizi buruk, "Mereka juga ternyata memiliki komplikasi dengan penyakin lain" tuturnya

 

Di tahun 2020, Yusuf menambahkan hanya dua orang yang dirawat di RSUD Bula. Dua penderita masih dalam penanganan tim medis RSUD Bula. "Semua biaya penderita gizi buruk yang dirawat di RSUD Bula termasuk keluarga pasien dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten SBT melalui Dinkes" sebutnya

 

Dengan tegas Yusuf menuturkan, Jadi tidak benar info yang di sampaikan, Pemda SBT tidak peduli dengan penanganan Gizi Buruk "kami dinas kesehatan SBT merasa di rugikan "tutupnya (HN-003**).