Sidang suap pegawai pajak, Handang beberkan peran adik ipar Jokowi

Sidang suap pegawai pajak, Handang beberkan peran adik ipar Jokowi
Terdakwa penerima suap terkait pengurusan pajak PT EK Prima Eskpor Indonesia, Handang Soekarno menyebut ada peran Arif Budi Sulistyo atas perkenalannya dengan Ramapanicker Rajamohanan Nair, Direktur Country PT EK Prima Ekspor Indonesia sekaligus penyuap Handang.

"Saya tidak mungkin ketemu Mohan kalau bukan rekomendasi Arif," kata Handang saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (14/6).

Perkenalannya dengan Mohan, ujar Handang, berawal dari percakapannya dengan Arif. Saat itu, sekitar awal bulan Oktober Handang mengatakan Arif yang tidak lain adik ipar Presiden Joko Widodo itu mengirimkan pesan akan ada orang yang akan memperkenalkan diri yang diketahui adalah Mohan.

"23 September saya jadwalkan Pak Arif bertemu dengan Dirjen," terang Handang.

"Pak Arif jelaskan urusannya?" tanya ketua majelis halim Franky Tambuwun.

"Masalah batas waktu habis tax amnesty beliau. Disitu menyampaikan ada yang namanya saudara Mohan," terangnya.

Diketahui, Handang didakwa jaksa penuntut umum KPK telah menerima uang suap Rp 1,9 miliar atau mendekati Rp 2 miliar dari Ramapanicker Rajamohanan Nair direktur country PT EK Prima Ekspor Indonesia.

Handang dijanjikan menerima Rp 6 Miliar dari total tagihan pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia senilai Rp 52,3 miliar tahun 2014, dan Rp 26,4 miliar tahun 2015 dengan total tunggakan pajak Rp 78 miliar.

Tertuang dalam surat dakwaan, komitmen fee yang dijanjikan Handang dengn rincian 5 persen dari pajak pokok Mohan di tahun 2014 ditambah 1 persen dari sanksi pajak pokok.

Ia pun didakwa telah melanggar Pasal 12 huruf a dan huruf b serta Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. datangkan gelandang baru pada musim panas ini.