Sidang Pra Peradilan, Warga Sabuai Legowo Terima Putusan Hakim

Sidang Pra Peradilan, Warga Sabuai Legowo Terima Putusan Hakim

BULA, hunimuanews.com - Agenda sidang pra peradilan perkara penetapan dua warga Sabuai, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terkait kasus perusakan aset milik CV. Sumber Barakat Makmur, terbukti dibenarkan tersangka sesuai dengan amar putusan hakim tunggal Pengadilan Negeri Dataran Hunimoa, Awal Darmawan Akhmad. Jumat, 13/03/2020.

 

Pasalnya, kedua warga Sabuai atas nama Kaleb Yamarua, dan Stevanus Ahwalan ditetapkan tersangka oleh hakim tunggal, sesuai dengan alat bukti yang digunakan pihak Kepolisian Resort (Polres) SBT.

 

"Berdasarkan semua alat bukti dan keterangan saksi kepolisian, hakim memutuskan menolak permohonan pemohon sidang pra peradilan secara keseluruhan. Dan semua biaya dalam perkara ini dibebankan kepada pemohon dengan nilai yang sedikit" ucap Darmawan Akhmad, sambil sambil ketuk palu.

 

Sasuai amar putusan hakim tunggal PN Dataran Hunimoa. Warga Sabuai, Kecamatan Siwalalat mengatakan, legowo menerima putusan yang diambil hakim Darmawan Akhmad.

 

Kuasa hukum warga Sabuai Yustin Tuni, saat diwawancarai di depan Kantor PN Dataran Hunimoa usai sidang dirinya mengatakan, sebagai kuasa pemohon mersa legowo dengan putusan hakim. Namun, lanjut Tuni, paska putusan ini, sebagai kuasa hukum kami tetap mengambil langka hukum terhadap pemilik CV. Sumber Barakat Makmur. 

 

"Sekalipun kami ditolak, dan penyidik akan melakukan langkah hukum pada dua tersangka. Tetapi kami juga akan melakukan proses hukum dengan CV. SBM" tutur, kepada wartawan di Bula pada Kamis, 12/03 kemarin.

 

Pada Polda Maluku di Ambon, Kuasa hukum Yustin Tuni meminta keadilan terhadap masyarakat Sabuai. Atas laporan yang sudah dimasukkan tanggal 6 Agustus 2019. "Hari ini kita warga Sabuai butuh keadilan, karena laporan masyarakat Sabuai sampai sekarang belum mendapatkan respon Polda Maluku" ucap Tuni.

 

Salain itu, tersangka Kaleb Yamarua dalam kasus tersebut menuturkan, dirinya  juga merasa legowo atas putusan hakim. Akaui Kaleb, tidakan yang kami ambil merupakan akumulasi dari kekecewaan sebagai anak negeri.

 

"Kami mengambil langka itu karena, pihak CV. SBM tidak menghargai  proses pemalangan dan sasi adat yang sudah warga Sabuai lakukan" ucap Kaleb, kepada wartawan di pelataran PN Dataran Hunimoa.

 

Untuk diketahui, kuasa hukum yang mendampingi kedua tersangka diantaranya Yustin Tuni, Vendy Toumahu, Anwar Kafara, Sarwan Zain Fanath, serta Abdul Mikat Ipaenin. (HN-Opan).