Sering Terjadi Pemadaman Listrik, Komisi C DPRD SBT Tinjau PLN Bula

Sering Terjadi Pemadaman Listrik, Komisi C DPRD SBT Tinjau PLN Bula

BULA, hunimuanews.com -  Beberapa hari ini Masyarakat Bula, kabupaten Seram Bagian Timur dibuat geram. Pasalnya selama Ramadhan ini sering terjadi pemadaman listrik di Waktu terpenting yakni saat sahur dan menjelang buka puasa. 

 

Kejadian yang tidak menyenangkan ditengah masyarakat ini, membuat Komisi C DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur harus turun langsung ke lapangan (PLN, red) untuk mengetahui alasan pemadaman tersebut. 

 

Sebagai mitra kerja Komisi C dan penyambung lidah masyarakat, para wakil rakyat ini berkewajiban meninjau dan menyelesaikan masalah tersebut bersama PLN Rayon Bula.

 

Dengan dipimpin oleh ketua Komisi C DPRD, Abdullah Kelilauw, para wakil Rakyat itu melakukan diskusi singkat bersama pihak PLN. Pada,  Senin (11/5/2020) 

 

Kelilauw mempertanyakan terkait pemadaman yang tidak wajar setiap saat itu, "Masyarakat banyak mengeluh karena,  karena sering terjadi pemadaman secara tiba-tiba itu menyebabkan kerusakan pada alat elektronik mereka, sebenarnya apa permaslahannya", tanya Kelilauw

 

Menanggapi hal tersebut,  Supervisor Teknik,  Ahmad Angkotasan menjelaskan pemadaman tersebut terjadi karena masalah eksternal, bukan karena kerusakan mesin."Jadi pemadaman itu terjadi karena kelelawar", Jelasnya

 

Selain Kelelawar pohon juga menjadi alasan utama, jelas Supervisor Teknik itu. Dirinya menjelaskan terkadang ada ranting pohon dan pohon yang tumbang, sehingga menyebabkan pemadaman secara tiba-tiba

 

Mendengar penjelasan tersebut, salah satu anggota Komisi C DPRD asal Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Gafar Wara-Wara, menegaskan kepada pihak PLN bahwa apabila pemadaman terjadi karena masalah kelelawar dapat dipahami. "Tetapi Kalau masalah pohon ini, PLN harus ada pengawasan internal", tegasnya

 

Wara-Wara mengungkapkan bahwa setiap saat pohon selalu tumbuh, sehingga sebulan sekali harus dilakukan pemangkasan. Namun pihak PLN berdalil tidak dapat dilakukan, karena ada beberapa warga yang tidak menyetujui  pohon-pohon itu ditebang

 

"Itu harus diperhatikan, PLN harus usahakan bagaimana caranya, jangan sampai setiap kali pemadaman cuma itu alasan yang sama, ini kan membuat kita resah", sesalnya

 

Diketahui, terdapat 6 unit mesin yang digunakan untuk melayani kebutihan listrik di di kota Bula dan sekitarnya. Namun salah satu mesin sementar diperbaiki karena mengalami kerusakan, dan ada satu mesin lainnya hanya dapat digunakan saat beban puncak. Untuk penggunaan bahan bakar,  dibutuhkan lebih dari 12.000 ton setiap harinya

 

Pantauan hunimuanews.com, sebelum berdiskusi dengan pihak PLN,  Ketua  beserta anggota Komisi C DPRD  meninjau langsung ke banggar tempat mesin-mesin tersebut berada. 

 

Para wakil rakyat ini berharap agar pihak PLN memperhatikan agar tidak terjadi lagi pemadaman listrik di waktu-waktu krusial yakni saat sahur dan berbuka puasa. (HN-03)