Sekda SBT Pimpin Apel Operasi Ketupat Siwalima

Sekda SBT Pimpin Apel Operasi Ketupat Siwalima

BULA, hunimuanews.com - Sekretaris Daerah Seram Bagian Timur, Syarif Makmur, Rabu (6/6) memimpin upacara apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Siwalima 2018. Apel yang digelar di Mapolres SBT ini dalam rangka pengamanan Idul Fitri 1439 Hijriyah.

 

Hadir pada upacara tersebut, Waka Polres SBT Kompol Deddy Dwitiya Putra SH, S. IK, Perwira Penghubung Dandim 502 SBT Kapten Inf. Mahubessy, Danton 731 Kabaresi Letda Dicky Dian, Sekertaris Dinas Perhubungan M. Iksan Kilwoy dan pimpinan lain serta staf Polres SBT

 

Sementara peserta upacara terdiri dari satu Platon Koramil 1502 Bula, satu Platon Kompi 731 Kabaresi, dua Platon Dalmas/Sat Sabhara, satu Platon Sat Lantas, Satu Platon Gabungan staf Polres SBT, satu Platon gabungan Sat Intel, Reskrim dan Narkoba, satu Platon Satpol Pamong Praja, dan satu Platon Dinas Perhubungan

 

Kapolri, Jenderal Pol. Tito Karnavian dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Sekda Seram Bagian Timur, Syarif Makmur menjelaskan, sebagai salah satu operasi kepolisian terpusat, operasi Ketupat tahun 2018 diselenggarakan secara serentak di seluruh Polda jajaran selama 18 hari,  mulai tanggal 7 s.d. 24 Juni 2018 Operasi ini melibatkan sebanyak 173.397 personel pengamanan gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemda, serta stakeholder terkait dan elemen masyarakat lainnya.  

 

“Setidaknya terdapat 4 potensi kerawanan yang harus diwaspadai bersama,”ungkapnya.

 

Potensi kerawanan pertama, lanjut Kapolri adalah stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan. Pada tahun ini, potensi permasalahan masih berkisar pada masalah distribusi pangan upaya penimbunan oleh kelompok kartel mafia pangan, maupun perilaku negatif pelaku usaha yang menaikkan harga di atas harga yang ditetapkan.

 

Oleh sebab itu, diperlukan kerja sama dan langkah proaktif dari stakeholders terkait guna mengatasi hal ini. 

 

Kemudian, potensi kerawanan terkait permasalahan kelancaran dan keselamatan arus mudik dan arus balik.

 

“Sehubungan dengan hal tersebut, saya memberikan penekanan kepada seluruh personel terutama pada titik rawan macet dan titik rawan kecelakaan, agar benar-benar melakukan pemantauan secara cermat,”imbaunya. 

 

Orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia ini melanjutkan, potensi kerawanan lain yang patut diantisipasi adalah  potensi bencana alam. “Dan gangguan kamtibmas lainnya, seperti curat, curas, curanmor, copet, pencurian rumah kosong, begal, dan hipnotis.”ingatnya. 

 

Ancaman tindak pidana terorisme juga mendapat perhatian serius Kapolri, sehingga, patut diantisipasi.

 

“Guna mengantisipasi potensi aksi terorisme, saya menekankan kepada seluruh Kasatwil untuk terus meningkatkan kegiatan deteksi intelijen yang diimbangi dengan upaya penegakan hukum secara tegas (preemiii strike), melalui optimalisasi peran Satgas Anti Teror di seluruh Polda jajaran,”jelasnya.. 

 

Di samping itu, lanjut Kapolri pengamanan tempat Ibadah, pusat keramaian, Mako Polri, serta aspek keselamatan personil pengamanan juga  harus menjadi perhatian.

 

“Khususnya dalam mewujudkan keamanan secara umum, saya perintahkan kepada seluruh jajaran untuk terus menerus meningkatkan kerjasama dengan rekan rekan TNI serta stakeholders terkait lainnya,”tegasnya. 

 

Selaku pimpinan Polri, Jenderal Pol Tito Karnavian mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan apel gelar pasukan operasi Ketupat tahun 2018.

 

“Pada kesempatan yang baik ini, kepada seluruh personel Polri dan seluruh personel pengamanan Operasi Ketupat 2018 di manapun bertugas, saya menyampaikan selamat hari raya Idul Fitri 1439 Hijriyah. Mohon maaf lahir dan bathin,”pungkasnya.(HN-MB)