Sekda SBT di Demo, Begini Penjelasnya Soal Pelantikan Pejabat Esalon II, III & IV

Sekda SBT di Demo, Begini Penjelasnya Soal Pelantikan Pejabat Esalon II, III & IV

BULA, hunimuanews.com - Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Syarif Makmur, di demo oleh sekelompok pemuda yang tergabung dalam gerakan peduli seram bagian timur di Kantor Bupati SBT pada Kamis, 02/07/2020.

 

Kehadiran pendemo yang dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Irwan Derlean, meminta Sekda SBT untuk segara mandatangi tiga surat penting yang harus dimiliki setiap pejabat esalon dua, tiga, dan empat yang dilantik pada 07 Januari 2020 lalu.

 

"Surat pernyataan menduduki jabatan, surat pernyataan melaksanakan tugas, dan surat pernyataan pelantikan. Tiga surat ini belum ditandatangani semuanya oleh Sekda" ucap Ketua Umum GMNI Cabang SBT itu saat menyampaikan orasinya. Jumat, 03/07/2020.

 

Selain itu, pendemo menilai kinerja Sekda SBT sangat lambat dalam mengurus administrasi di kabupaten ini. Rustam Rumasukun, salah satu orator dalam gerakan itu mengatakan, kerja Sekda juga pilih kasih. 

 

"Sekda saya ingatkan, jangan bangun pemerintahan diatas pemerintahan. Jangan sengaja ciptakan matahari kembar di negeri ini" tutur Rumasukun, sembari mengingatkan Sekda SBT.

 

Setelah mendengar apa yang menjadi masukan, kritikan, sekaligus evaluasi terhadap kinerja Sekda di Kabupaten SBT. Syarif Makmur yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah itu, meminta kepada pendemo, untuk menjelaskan dari awal terkait pelantikan pejabat eselon dimaksud.

 

"Saya minta waktu untuk menjelaskan dari awal" kata Sekda SBT Syarif Makmur di hadapan pendemo kemarin. Lanjut Sekda, Sebelum seseorang pada level naik pangkat, menerima tunjangan jabatan, semua itu harus sesuai undang-undang  ASN nomor 5 tahun 2014. 

 

"Silahkan baca undang-undang Pemeritah Daerah, baca undang-undang ASN. Dan beberapa turunan undang-undang lainya" jelas Sekda kepada pendemo.

 

Menurut Sekda, Informasi yang beredar diluar terkait dirinya tidak menandatangani semua surat itu hoax. "Saya tidak tanda tangani semua surat itu hoak. Semua saya tanda tangani. Hanya saja, saya masih diperhadapkan dengan banyak persoalan" kata Sekda. (HN-OPAN)