Sekda SBT: 50% Obat Diresepkan dan Digunakan Tak Tepat

Sekda SBT: 50% Obat Diresepkan dan Digunakan Tak Tepat

HUNIMUANEWS.COM, Bula-Menurut data di perkirakan lebih 50 % di seluruh dunia, obat diresepkan dan digunakan secara tidak tepat, termasuk di indonesia sampai dengan tahun 2013, hasil pemantauan dan evaluasi peresepan di fasilitas kesehatan dasar (puskesmas) menunjukan bahwa penggunaan antibiotik pada penyakit ispa non pneumonia dan diare non spesifik masih cukup tinggi.

 

Pernyataan tersebut di sampaikan Sekertaris Daerah Syarif Makmur dalam membuka acara sosialisasi evaluasi gema cermat dan optimalisasi Aerodrome Obstacle Chart (AOC) dalam rangka mendukung germas di kabupaten Seram Bagian Timur yang ditandai dengan pemukulan tifa pembuka. Acara tersebut berlansung di Aulah lantai II gedung Winkel, Rabu (24/07/19).

 

Setda yang mewakili pemerintah daerah SBT menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi atas terselengaranya kegiatan ini, demi menjamin penggunaan obat yang tepat dalam kehidupan sehari-hari

 

Menyadari hal tersebut, Sekda dalam membacakan awal sambutan bupati SBT mengakui bahwa: Penggunaan obat yang rasional (por) merupakan salah satu langkah dalam upaya pembangunan kesehatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu.

 

Sehingga Lanjut Sekda, tercapai keselamatan pasien (patient safety) menurut WHO, penggunaan obat dikatakan rasional apabila pasien menerima obat yang sesuai dengan kebutuhan klinisnya, dalam dosis yang sesuai dengan kebutuhan, dan dalam periode waktu yang adekuat.

Acara tersebut juga turut dihadiri perwakilan dinas kesahatan pusat, dinas kesehatan Provinsi Maluku, dinas Kesehatan Daerah SBT, Organisasi profesi kesehatan, Dharma Wanita Kab. SBT, ibu Persit, Bayangkari, Organisasi Keagamaan, KNPI, Kepala Puskesmas, dan Kader Pos Yandu

 

Pada kesempatan yang sama, ketua panitia sosialisasi Shirley Pinontoan yang juga Kasie Kefarmasian menyampaikan bahwa tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pemahaman dan kesedaran masyarakat tentang pentingnya menggunakan obat dengan benar, meningkatkan kemandirian dan peubahan perilaku dalam memilih dan menggunakan obat secara benar, seta meningkatkan penggunanaan obat secara asional, termasuk antibiotik.

 

Penggunaan obat secara tidak rasional Lanjut Pinontoan, masih sering terjadi di masyarakat seperti penggunan obat bebas secara berlebel (Over Dosis) kejadian efek samping maupun interaksi obat atau penyalagunaan obat, sihingga dapat menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan. (HN-AL)