Atmosfer Pilkada dan Animo 'Bartamu' di Disdukcapil

Atmosfer Pilkada dan Animo 'Bartamu' di Disdukcapil

BULA, hunimuanews - Pilkada serentak tahun 2018 tidak hanya merupakan momentum memilih kepala daerah, pesta demokrasi ini juga meningkatkan animo masyarakat untuk mengurus dokumen kependudukan, terutama Kartu Tanda Penduduk Eletronik (e-KTP)

 

Animo warga tersebut merupakan konsekuensi dari amanat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 8 Tahun 2018 bahwa, yang dapat menggunakan hak pilihnya pada Pilkada adalah warga yang  memiliki Kartu Tanda Penduduk Eletronik (e-KTP) atau Surat Keterangan (Suket) pengganti e- KTP.

 

Semangat warga mengurus dokumen kependudukan itu telihat di kabupaten Seram Bagian Timur menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku, Rabu (26/6). Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil selalu dipadati warga yang ingin mengurus dokumen kependudukan mereka.

 

Kendati belakangan KPU Pusat memberikan peluang bagi warga yang belum memiliki e-KTP atau Suket dengan edaran tertanggal 8 Juni 2018 untuk dapat mencoblos, tapi semangat warga untuk melakukan perekaman, tidak surut. Pihak dinas Dukcapil pun menyambut gembira momentum ini.

 

“Sejak H-7 (pemungutan suara Pilgub Maluku-red), ternyata tamu kami cukup banyak (warga datang mengurus dokumen kependudukan-red),” kata kepala dinas Dukcapil kabupaten SBT, Sidik Rumalowak di ruang kerjanya, Selasa (26/6).

 

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 14 ribu lebih warga di daerah ini yang terancam tidak dapat menggunakan hak pilih mereka lantaran tidak memiliki e- KTP atau Suket.

 

Masalah itu membuat  banyak warga yang belum memiliki dokumen kependudukan tersebut merasa resah.Mereka tidak ingin kehilangan hak pilih sebagai warga negara.

 

“Makanya, saya mau bilang bahwa ini sesungguhnya magnet pesta demokrasi, baik Pilkada maupun Pemilu sangat berpengaruh besar terhadap warga yang belum memiliki KTP, KK, dan NIK untuk mengurusnya,”ungkap Rumalowak.

 

Tidak seperti biasanya, dalam sepekakan terakhir, pihaknya telah mengeluarkan lebih dari 1000 lebih Suket bagi warga yang telah melakukan perekaman. Setiap hari, warga yang datang lebih dari 200 orang.

 

“Jadi, kami sangat berterima kasih. Dengan PKPU dan lainnya ini ternyata ada nilai tambahnya terhadap pelayanan publik, bahwa stelsel aktif ini sesungguhnya sangat penting. Kesadaran masyarakat untuk mengurus ini, penting,”tegasnya.

 

Bahkan, lanjut Rumalowak sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri melalui Dirjen Dukcapil, pihaknya akan tetap melakukan pelayanan bagi warga, kendati pada hari libur.

 

“Jadi, besok (Rabu-red) kantor lain boleh libur, tapi kami tetap melakukan pelayanan seperti biasa untuk memberikan hak-hak masyarakat,”terangnya.(MB)