Sampaikan Nota Pembelaan, PH Anwar Kafara Minta Keringanan Hukum

Sampaikan Nota Pembelaan, PH Anwar Kafara Minta Keringanan Hukum

BULA, hunimuanews.com - Pengadilan Negeri (PN) Dataran Hunimoa, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kembali menggelar sidang kasus pembunuhan terhadap almarhum Haji Hairudin Ena pada Jumat, (24/07/2020)

 

Dalam sidang beragendakan penyampaian nota pembelaan atau pledoi tersebut, Penasehat Hukum (PH) Anwar Kafara, SH. Meminta ketua majelis hakim, Purwanto S Abdullah. Untuk meringankan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap dua terdakwanya.

 

Kafara, selaku PH kepada media ini di Bula menjelaskan, Kamis, 23/07 kemarin, JPU menuntut kedua terdakwa yakni, Herman Bugis dan Saraf Bugis dengan ancaman enam (6) tahun penjara. 

 

"Hari ini, selaku PH membacakan pembelaan tertulis. Dan tentu, sebagai PH meminta keringanan hukuman. Agar terdakwa menjalankan dhukuman penjara dibawah lima (5) tahun" tutur Kafara.

 

Kafara, yang juga Ketua Himpunan Advokat Pengacara Indonesia (Hapi)  SBT ini mengatakan, sesuai keterangan saksi, kedua terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penganiaya. Sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat 3 junto. Pasal 55 ayat 1 kitab undang-undang hukum pidana" ucapnya.

 

Salain itu, Sekretaris Pos Bantuan Hukum Pada PN Dataran Hunimoa SBT ini mengatakan, kedua terdakwa juga mengakui apa yang dilakukan terhadap korban.

 

"Tapi Alhamdulillah, saat sidang berjalan, ada upaya saling memaafkan. Dan dari keluarga korban, kepergian almarhum sudah menjadi takdir Allah" kata Kafara. Pria asal Negeri Sesar, Kecamatan Tutuk Tolu tersebut.

 

Dirinya juga berharap, saat sidang putusan nanti, kedua terdakwa bisa diberikan keringanan hukum. "Pada prinsipnya saya berharap, putusan hakim mengindahkan nota pembelaan tertulis kami" harapnya.

 

Untuk diketahui, kata Kafara, sidang putusan akan digelar Minggu depan. "Dan dalam surat pembelaan, kami meminta untuk kedua terdakwa nantinya menjalin hukum pidana di lapas geser. (HN-Opan)