"Sainte Lague" Metode Perhitungan Suara Pileg 2019

"Sainte Lague" Metode Perhitungan Suara Pileg 2019

NASIONAL, hunimuanews.com - Metode penghitungan suara pada Pemilu 2019 menggunakan metode Sainte Lague. Metode ini diperkenalkan oleh Andre Sainte Lague, Ahli matematika asal Perancis.

 

Proses Kerja metode ini membagi kursi dengan cara membagi suara yang masuk menjadi 1,3,5,7 dan seterusnya. Berbeda dengan metode pada pemilu yang sebelumnya, dimana pada pemilu yang lalu digunakan BPP (bilangan pembagi pemilih).

 

Contohnya, apabila dalam satu dapil ada alokasi 7 kursi misalnya, pada dapil tersebut dengan memperoleh suara yang di tetapkan sebagai berikut:

1. Partai A total meraih 28.000 suara
2. Partai B meraih 15.000
3. Partai C meraih 10.000
4. Partai D meraih 6.000 suara.
5. Partai E 3000 suara.

 

Maka kursi pertama didapat dengan pembagian 1.

1. Partai A 28.000/1 = 28.000.
2. Partai  B 15.000/1 = 15.000
3. Partai C 10.000/1 = 10.000
4. Partai D 6.000/1 = 6.000
5. PartaiE 3.000/1 = 3.000

 

Jadi kursi pertama adalah milik partai A dengan 28.000 suara. Untuk kursi ke 2,
Dikarenakan A tadi sudah menang di pembagian 1. Maka berikutnya A akan dibagi 3, sedangkan yang lain masih dibagi 1. Perhitungan kursi ke-2 adalah :

1. Partai A 28.000/3 = 9.333
2. Partai B 15.000/1 = 15.000
3. Partai C 10.000/1 = 10.000,
4. Partai D 6.000/1 = 6.000
5. Partai E 3.000/1 = 3.000

 

Maka kursi ke 2 adalah milik partai B dengan 15.000 suara. Sekarang kursi ke 3, A dan partai B telah mendapatkan kursi dengan pembagian 1, maka mereka tetap dengan pembagian 3, sedangkan suara partai lain masih dengan pembagian 1. Maka perhitungan kursi ke 3 adalah:

1. Partai A 28.000/3 = 9.333.
2. Partai B 15.000/3 = 5.000,
3. Partai C 10.000/1 = 10.000
4. Partai D 6.000/1 = 6.000
5. Partai E 3.000/1 = 3.000

 

Maka disini kursi ke 3 milik partai C dengan 10.000 suara. Perhitungan suara untuk kursi ke 4, A , B dan C telah mendapat kursi dengan pembagian 1, maka mereka akan masuk ke pembagian 3.

1. Partai A 28.000/3 = 9.333
2. Partai B 15.000/3 = 5.000
3. Partai C 10.000/3 = 3.333
4. Partai D 6.000/1 = 6.000
5. Partai E 3.000/1 = 3.000

 

Maka kursi ke 4 adalah milik A dengan 9.333 suara. Masuk ke kursi ke 5, Partai A sudah mendapat kursi hasil pembagian suara 1 dan 3, maka selanjutnya A akan dibagi 5, B dan C dibagi 3, sementara D dan E masih pada pembagian 1. Penghitungan kursi ke 5 adalah :

1. Partai A 28.000/5 = 5.600.
2. Partai B 15.000/3 = 5.000
3. Partai  C 10.000/3 = 3.333
4. Partai D 6.000/1 = 6.000
5. Partai  E 3.000/1 = 3.000

 

Maka partai D mendapatkan kursi ke 5 dengan 6.000 suara. Kursi ke 6, A dibagi 5. B,C dan D dibagi 3, dan E masih dibagi 1.

1. Partai A 28.000/5 = 5.600.
2. Partai B 15.000/3 = 5.000.
3. Partai C 10.000/3 = 3.333
4. Partai D 6.000/3 = 2.000
5. Partai E 3.000/1 = 3.000

 

Disini A kembali mendapat kursi,karena suaranya ada 5.600. Sedangkan perhitungan kursi terakhir, A mendapatkan pembagian 7, karena pembagian 1,3 dan 5 telah menghasilkan kursi. Maka perhitungan kursi ke 7 adalah :

1. Partai A 28.000/7 = 4.000
2. Partai  B 15.000/3 = 5.000.
3. Partai C 10.000/3 = 3.333
4. Partai D 6.000/3 = 2.000
5. Partai E 3.000/1 = 3.000

 

Maka partai B mendapat kursi terakhir dengan 5.000 suara. Jadi dari 7 Kursi yg diperebutkan, maka Jumlah perolehan Kursi masing masing Partai adalah sebagai berikut :

Partai A 28 000 suara = 3 Kursi
Partai B 15 000 suara = 2 Kursi
Partai C 10 000 suara = 1 Kursi
Partai D 6 000 suara = 1 Kursi
Partai E 3 000 suara = 0 Kursi

 

Cara penghitungan kursinya sangat simple, dan akan menjadi pegangan bagi para kotekstan caleg yang berlaga pada pemilu serentak 2019 di seluruh wilayah Indonesia. (GR)