Ralahalu Hadiri "Deklarasi Durres" di Albania

Ralahalu Hadiri "Deklarasi Durres" di Albania

AMBON, hunimuanews.com - Karel Albert Ralahalu mewakili masyarakat Maluku, 28 Juli 2018 yang lalu melakukan pertemuan di Kota Durres Albania-Eropa.

 

Para tokoh dunia bertemu di albainia dan melahirkan kesepakatan yang dinamakan Deklarasi Durres. Teks deklarasi menggunakan tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Albania.

 

Deklarasi itu melahirkan kesepakatan untuk pemerintah Indonesia menjadikan 15 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nusantara.

 

Menurut Ralahalu, Alasan memilih tanggal 15 Mei dijadikan hari Kebangkitan Nusantara, karena dianggap sebagai hari keramat perjuangan Pahlawan Nasional Pattimura yang selalu diperingati oleh masyarakat lokal Maluku baik yang ada di Indonesia maupun di dunia.

 

“Alasan pahlawan lain di Indonesia tidak pernah dirayakan oleh masyarakat lokal asal daerah pahlawan tersebut. Tetapi masyarakat Maluku menghargai pahlawannya dan merayakan hari Pattimura setiap tahun dengan upacara adat” tegas Ralahalu.

 

Alasan lainnya menurut mantan gubernur Maluku dua periode tersebut adalah dipilihnya tanggal 15 Mei oleh tokoh dunia yang hadir dikarenakan kala itu tanggal 15 Mei 1817 merupakan awal Pergerakan Kebangkitan Nusantara yang dipimpin Thomas Matulessy alias Pattimura di Maluku melawan kolonial Belanda.

 

Setelah perlawanan Pattimura di Maluku kemudian muncul perang Diponegoro 1825-1830 dan lain-lain. Alasan-alasan ini kemudian oleh para tokoh dunia dan eropa membahas serta menetapkan dalam bentuk deklarasi yang dinamakan Deklarasi Durres.

 

Ralalahu meminta dukungan seluruh komponen masyarakat Maluku baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri, agar keinginan menjadikan 15 Mei sebagai Hari kebangkitan Nusantara dapat terealisasi.

 

Maka itu Karel Ralahalu berharap kepada Pemerintah Indonesia untuk dapat mengakomodir keinginan para tokoh dunia ini tanpa mengenyampingkan hal yang lain. (HN-dms)