Proritas Program Elektrifikasi Untuk Maluku dan Papua

Proritas Program Elektrifikasi Untuk Maluku dan Papua

AMBON, hunimuanews.com - Program elektrifikasi Indonesia Terang 2019, baik PLN maupun Kementerian ESDM sama-sama punya program khusus untuk menerangi desa-desa di Maluku dan Papua. PLN memiliki program Maluku-Papua Terang 2020. Sedangkan di Kementerian ESDM ada Program Indonesia Terang.

 

Kedua program ini sangat mirip, tujuannya pun sama. Meski begitu, PLN yakin Maluku-Papua Terang 2020 tak akan bertubrukan atau tumpang tindih dengan Program Indonesia Terang. Tidak akan terjadi duplikasi program karena PLN dan Kementerian ESDM sudah berbagi tugas di Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

 

Menurut data Kementerian ESDM, ada 2.500 desa di seluruh Indonesia yang belum berlistrik sama sekali. Sebanyak 80% dari 2.500 desa itu ada di Papua.

 

Sedangkan di Maluku, kondisinya sedikit lebih baik. Rasio elektrifikasi sudah 77%, hanya’ 23% wilayah Maluku yang belum terjangkau jaringan listrik.

 

Dalam RUPTL sudah diatur, desa mana yang akan dilistriki PLN dan mana yang jadi bagian Kementerian ESDM. Jadi keduanya tak akan masuk ke desa yang sama.

 

Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku, Martha Nanlohy mengatakan, Program Maluku Terang merupakan tindak lanjut dari Indonesia Terang, menjadi proritas Dinas ESDM Maluku, melalui  APBN maupun APBD Provinsi dalam rangka pelayanan Listrik dan Tenaga Surya Hemat Energi diseluruh desa di Maluku yang gelap gulita.

 

Lanjut Nanlohy melalui APBN pemerintah Pusat melalui Kementerian ESDM menyetujui 10.000, oleh karena itu target  2019 seluruh desa di Maluku sudah terlayani listrik.

 

“Selain 10.000 unit ESDM juga menganggarkan 40 Milyar yang diperuntukan bagi Penerangan Jalan Umum (PJU) dan lampu Tenaga Surya Hemat Energi,disamping dana pembantuan Rumah Tangga Sasaran” Ungkapnya.

 

Ada 3 macam kondisi desa terisolasi yang harus dilistriki PLN dan Kementerian ESDM. “Paparnya

Pertama, desa yang dekat dengan jaringan listrik yang sudah ada. Jika jaraknya tak lebih dari 500 meter dari desa yang sudah berlistrik, jaringan dari desa yang sudah berlistrik diperpanjang  ke desa tersebut.

Kedua, desa yang lokasinya terpencil, jauh dari desa-desa lainnya sehingga tidak memungkinkan penambahan jaringan, dibangun jaringan lokal tersendiri (off grid).

Ketiga, desa yang lokasinya terpencil jauh dari desa-desa lainnya dan rumah-rumahnya tersebar, jaraknya jauh satu sama lain, tidak mengelompok di satu tempat, dilistriki dengan solar home system atau PLTS Tower.

 

Hingga 2019, PLN bertekad melistriki 1.273 desa di Papua dan 535 desa di Maluku. Jadi total ada 1.808 desa tak berlistrik di 2 pulau ini yang harus diterangi PLN dalam 3 tahun ke depan.

 

PLN lebih fokus ke desa berkelompok, baik yang dekat dengan jaringan listrik maupun yang perlu jaringan off grid. Sedangkan Kementerian ESDM lebih menyasar desa dengan kondisi yakni yang terisolasi dan rumah-rumahnya tersebar. (Poin ketiga) (HN-dms)