Program Indonesia Terang di 65 desa Maluku Utara

Program Indonesia Terang di 65 desa Maluku Utara
Selama tahun 2017 PLN Area Ternate, dikemukakannya, kembali mengaliri listrik di 65 desa yang baru mulai berjalan.

Setelah bulan puasa Ramadhan, dikatakannya, program tersebut akan lebih ditingkatkan karena pemasangan jaringan listrik saja memakan waktu sampai dengan tiga hingga empat bulan.

Dia mencontohkan, salah satu desa yang sekarang juga dalam tahap pengerjaan listrik adalah Desa Boli, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan.

"Di sana juga sekarang tahap pengerjaan, dan kami mulai dari awal, sehingga mungkin menunggu beberapa bulan ke depan. Selepas Lebaran baru akan diaktifkan, jika telah siap," kata Awat.
Selama tahun 2017 PLN Area Ternate, dikemukakannya, kembali mengaliri listrik di 65 desa yang baru mulai berjalan.

Setelah bulan puasa Ramadhan, dikatakannya, program tersebut akan lebih ditingkatkan karena pemasangan jaringan listrik saja memakan waktu sampai dengan tiga hingga empat bulan.

Dia mencontohkan, salah satu desa yang sekarang juga dalam tahap pengerjaan listrik adalah Desa Boli, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan.

"Di sana juga sekarang tahap pengerjaan, dan kami mulai dari awal, sehingga mungkin menunggu beberapa bulan ke depan. Selepas Lebaran baru akan diaktifkan, jika telah siap," kata Awat.

Ia mengemukakan Program Indonesia Terang, yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), bagi PLN Area Ternate mendapatkan 65 desa di 21 kecamatan itu ditargetkan selesai pada Oktober 2016.

Namun, ia menyatakan bahwa jika sebelum Oktober sudah ada desa yang sudah selesai tahap pengerjaannya, maka fasilitas listrik desa tersebut akan langsung difungsikan.

Dalam proses pengerjaan program tersebut, menurut dia, memiliki dua tahap meliputi desa atau kecamatan yang telah memiliki PLN, maka hanya memasang jaringan listrik ke semua rumah.

Kemudian, dikatakannya, tahap kedua meliputi desa atau kecamatan yang belum memiliki PLN dan belum juga terpasang jaringan listrik, sehingga prosesnya dari awal dengan mengadakan mesin pembangkit dan memasang jaringan listrik sekaligus manajemen PLN.

"Jika sudah ada PLN tinggal memasang jaringan dan selesai, maka langsung dikomunikasikan ke pelanggan agar sudah dapat mengakses listrik, sebab yang belum ada PLN dan jaringan harus dimulai dari nol," ujarnya.

Dia juga mencontohkan salah satu daerah yang belum memiliki PLN sekaligus tanpa jaringan di Pulau Moari Busua dan Pulau Kasiruta.

Bahkan, ia menilai bahwa dari 65 desa yang tercakup dalam Program Indonesia Terang belum dilakukan kalkulasi hingga ke tingkat dusun.