Polisi Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Wartawan

Polisi Dalami Kasus Dugaan Pelecehan Wartawan

BULA, hunimuanews.com-Kasus dugaan pelecehan wartawan di kabupaten Seram Bagian Timur terus didalami Polisi. Pengguna akun Facebook atas nama ‘Darwis Rumakey’ merupakan terlapor dalam kasus ini pun telah diperiksa.

 

Kasat Reskrim Polres Seram Bagian Timur, IPTU. La Beli mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah pengguna media sosial Facebook yang terkait kasus tersebut.  

 

“Kami sudah melakukan pemeriksaan, dalam hal ini pak (Wahab) Hayoto yang melakukan postingan dan dikomentari oleh terlapor, kemudian (pemeriksaan-red) saudara Darwis selaku terlapor,” kata IPTU. La Beli kepada wartawan, Sabtu (17/3).

 

Selain itu, lanjut  IPTU. La Beli pihaknya juga akan meminta keterangan dari ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) kabupaten SBT, Mansyur Boinauw. “Untuk menjelaskan mekanisme wartawan dalam mendapatkan berita,”ungkapnya.

 

Sebelum melakukan gelar perkara, kata IPTU La Beli pihaknya juga akan meminta saksi ahli, yakni ahli bahasa untuk menelaah komentar terlapor. “Selanjutnya, kita gelar perkara,”katanya.

 

Terpisah, Caretaker Ketua PWI kabupaten SBT, Mansyur Boinauw mengatakan, siap hadir dan memberikan keterangan dalam rangka mendukung proses hukum terhadap masalah ini.

 

“Pertama, kami sangat mengapresiasi kinerja kepolisian dalam memproses masalah ini. Kami terus mendukung dan tentu berharap dituntaskan secepatnya. Karena itu, kami akan hadir untuk memberikan keterangan,”kata Boinauw.

 

Diberitakan sebelumnya, PWI kabupaten Seram Bagian Timur, Senin (11/3) siang melaporkan salah satu pengguna media sosial kepada Polisi. Laporan ini menyusul komentar pemilik akun Facebook atas nama ‘Darwis Rumakey’ ini diduga melecehkan profesi wartawan.

 

Pengguna akun ‘Darwis Rumakey’ mengomentari kalimat postingan salah satu wartawan di Facebook  tentang berita Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD kabupaten SBT di salah satu partai Politik.

 

Namun, ada beberapa penggalan kalimat dalam beberapa kali komentar pengguna akun ‘Darwis Rumakey’ yang diduga melecehkan wartawan di Seram Bagian Timur.

 

“Bt (Saya-red) junjung tinggi  wartawan di Indonesia tapi wartawan di SBT ini ado nasip sudah,”demikian bunyi komentarnya.

 

Saling balas komentar pun berlanjut antara pengguna akun ‘Darwis Rumakey’ dengan pengguna Facebokk lainnya tentang penggalan kalimat komentar miringnya terhadap wartawan di SBT tersebut. Bahkan, sejumlah wartawan juga mengingatkannya, agar tidak berkomentar miring seperti itu.

 

Tapi, ia kembali berkomentar dengan menyisipkan penggalan kalimat ‘miring’  tentang kinerja wartawan dalam mencari berita. “Berita satu ini seng (tidak-red) ada untung apa-apa kawan malah z (tidak-red) ada uang saku lagi. Cr (Cari-red) berita itu ada hasil uang ka la (Supaya-red) katong (Kita-red) ejoi (Enjoi-red) ka,”tulisnya.

 

Sekretaris PWI Seram Bagian Timur, M. Yasin Kelderak menegaskan, pihakanya berharap masalah tersebut diproses hingga tuntas.

 

“Ini soal nama baik sebagai wartawan. Apalagi komentar itu disampaikan melalui media sosial.,”tegasnya.