Pleno di KPU SBT Diwarnai Kericuhan  

Pleno di KPU SBT Diwarnai Kericuhan   

BULA, Hunimuanews.com - Rapat Pleno Penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur, Kamis (20/9) diwarnai kericuhan. Hal ini dipicu masalah nama sejumlah Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) yang terakomodir dalam DCT.

 

Pantauan hunimuanews.com, awalnya rapat pleno yang digelar di aula KPU kabupaten SBT tersebut berjalan aman dan lancar. Para peserta rapat yang terdiri dari Komisioner KPU, Bawaslu serta perwakilan parti politik tampak tenang mengikuti penjelasan pimpinan rapat yang merupakan komisioner KPU .

 

Namun, sekitar satu jam rapat pleno berlangsung, suasan di runag rapat mulai diwarnai tanggapan dari perwakilan sejumlah partai politik. Mereka protes sikap pimpinan rapat yang memberikan kesempatan kepada pihak Bawaslu untuk memberikan tanggapan seputar Daftar Caleg yang telah diakomodir dalam DCT.

 

Menurut mereka, tanggapan Bawaslu tentang DCT sudah disampaikan sebelum rapat Pleno digelar. Karena rapat Pleno hanya untuk mengumumkan dan menetapkan DCT.

 

“Saya heran. Kenapa ada pembahasan teknis seperti ini rapat pleno. Kenapa, kalau ada temuan dari Bawaslu tidak disampaikan sebelumnya,”kata ketua DPC PDIP kabupaten SBT, Arobi Kelian.

 

Suasana rapat semakin ricuh ketika pimpinan rapat masih memberikan kesempatan kepada Bawaslu untuk menyampaikan tanggapan mereka.

 

Koordinator Divisi Hukum KPU kabupaten SBT, Kisman Kelian saat memimpin rapat tersebut mengatakan, kesempatan diberikan Bawaslu untuk menyampaikan tanggapan tersebut karena merupakan bagian dari amanat Undang-Undang yang berlaku serta Peraturan Bawaslu

 

Kendati begitu, suasa rapat belum dapat mereda. Para perwakilan partai politik yang semula dalam keadaan duduk, beberapa diantaranya langsung berdiri dan menyampaikan tanggapan mereka kepada pimpinan rapat. Bahkan ada yang berjalan ke arah meja pimpinan rapat dan meja Bawaslu sambil mengungkapkan kekesalannya.

 

Adu mulut kian ramai. Tidak hanya antara perwakilan partai Politik dengan pimpinan rapat, tapi juga antara perwakilan partai Politik dengan pihak Bawaslu. Suasana rapat pun gaduh.

 

“Bubar saja. Kita diundang koq untuk mendengarkan masalah mereka (KPU dan Bawaslu-red),” ungkap perwakilan salah satu partai Politik sembari menunjuk kepada pihak Bawasu dan pimpinan rapat. Ia pun memilih meninggalkan ruang rapat.

 

“Diam!. Kalau tidak rapat saya skors. Saya punya kewenangan untuk menskors rapat ini baru kita lanjut malam. Tidak ada masalah,”tegas pimpinan rapat, Kisman Kelian, berupaya menenangkan perawkilan partai Politik yang masih protes

 

Koordinator salah satu divisi di Bawaslu Kabupaten SBT, Sarifudin Rumbory mengungkapkan, dalam pengawasan, pada tanggal 21 Juli 2018 lalu pihaknya telah memberikan peringatan dini kepada KPU terkait dengan persyaratan yang diatur dalam PKPU nomor 20 tahun 2018.

 

“Itu adalah ikhtiar dalam melakukan pengawasan. Dan pada hari ini, ada celag-caleg (Bacaleg-red) yang menurut kami tidak memenuhi syarat yang diatur dalam PKPU itu. Sehingga perlu dipertimbangkan oleh pimpinan rapat,”katanya.

 

Setelah mendapatakan persetujuan dari mayoritas perwakilan partai Politik yang hadiri, pimpinan rapat pun melanjutkan ke tahap penyampaian nama-nama bakal calon legislatif yang tercantum dalam DCT. Hingga berita ini siar, rapat tersebut masih berlangsung.(YR)