Peserta KCB SBT Akan Tinjau Jejak Sultan Nuku

Peserta KCB SBT Akan Tinjau Jejak Sultan Nuku

BULA, hunimuanews.com-Kemah Budaya Cabang yanag digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka kabupaten SBT pada, 27 Agustus-2 September 2018 akan menjadi salah satu momentum bagi para peserta untuk meninjau sejumlah lokasi yang menjadi jejak Sultan Nuku di daerah ini.

 

Hal tersebut disampaikan ketua Panitia pelaksana Kemah Budaya Cabang, Usman Keliobas saat konfrensi Pers di Bula, Senin (13/8).

 

“Itu merupakan Napak Tilas. Peserta akan meninjau sejumlah lokasi, yakni di kecamatan Bula Barat dan kecamatan Teluk Waru, terkait dengan jejak Sultan Nuku saat mulai memasuki daerah ini (Seram Timur-red),”kata Keliobas.

 

Sebagaimana diketahui, Muhammad Amiruddin atau lebih dikenal dengan nama Sultan Nuku adalah seorang Sultan dari Kesultanan Tidore yang dinobatkan pada tanggal 13 April 1779, dengan gelar “Sri Paduka Maha Tuan Sultan Saidul Jehad el Ma’bus Amiruddin Syah Kaicil Paparangan”. Selama masa perang dengan VOC, Nuku disebut juga sebagai Jou Barakati, artinya Tuan Yang Diberkahi.

 

Pada zaman pemerintahan Nuku (1797-1805), Kesultanan Tidore mempunyai wilayah kerajaan yang luas yang meliputi pulau Tidore dan Halmahera Tengah, pantai Barat dan bagian Utara Irian Barat serta Seram Timur.

 

Sejarah mencatat bahwa hampir 25 tahun, Nuku bergumul dengan peperangan untuk mempertahankan tanah airnya dan membela kebenaran.

 

Lebih lanjut Usman Keliobas menyebutkan, Kemah Budaya Cabang nanti juga akan diramaikan dengan sejumah kegiatan lainnya, yakni upacara pembukaan dengan melibatkan semua unsure di lingkup Pemerintah kabupaten SBT.

 

“Kemudian ada Jumpa tokoh, yaitu ada bapak bupati, bapa wakil bupati, bapak ketua DPRD serta tokoh-tookoh lainnya untuk menjadi motivasi bagi anak-anak kita yang terlibat dalam kegiatan Kemah Budaya Cabang ini,”katanya.

 

Kemudian, lanjutnya Pentas Seni Budaya adalah lomba tutur budaya masing-masing kecamatan di daerah ini.

 

Lanjutnya, ada juga lomba Kuliner Khas SBT serta penilaian individu mulai peserta masuk hingga di lokasi perkemahan yaitu penilaian tentang 18 Karater bangsa diantaranya aspeks relegius, kejujuran, toleransi, disiplin, kerja keras, kreati, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan.

 

“Dan cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, cintai damai serta gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab,”sebut Keliobas.

 

Keliobas menambahkan, KBC juga akan dimeriahkan dengan pemutaran film documenter terkait dengan ke-Pramukaan dan lain-lain. Dilanjutkan dengan malam hiburan.(GR/https://id.wikipedia.org)