Persediaan Terpal Habis BPBD Ambon Kewalahan Atasi Permintaan Terpal Korban Longsor

Persediaan Terpal Habis BPBD Ambon Kewalahan Atasi Permintaan Terpal Korban Longsor
Permintaan warga yang rumahnya rawan bencana tanah longsor di Pulau Ambon terbilang cukup banyak sehingga dalam waktu satu hingga dua pekan, pihak BPBD sudah kehabisan persediaan terpal.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon kehabisan persediaan terpal setelah memenuhi permintaan masyarakat yang rumahnya terancam longsor.

Akibatnya, kata Bety, warga yang datang ke kantor BPBD meminta terpal untuk menutupi tebing yang longsor pada Senin (12/2) siang, seusai pukul 12.00 WIT tidak dapat lagi dilayani.

"Kami belum dapat memastikan kapan ada penambahan stok terpal yang baru, karena intensitas curah hujan masih cukup tinggi dan berlangsung setiap hari," ujarnya.

"Persediaan terpal habis sejak pagi hari karena tidak putus-putusnya melayani permintaan masyarakat," kata salah satu staf BPBD kota Ambon, Ny. Beti di Ambon, Senin.

Permintaan terpal oleh warga yang paling banyak adalah sejak 9 Juni 2017, Lokasi tanah longsor ada pada beberapa titik di Pulau Ambon seperti Karangpanjang, Batugajah, Batumerah, Kebuncengkih, dan Waiheru.

Saat ini BPBD Kota Ambon hanya bisa melayani warga yang membutuhkan karung guna diisi matrial pasir atau tanah, tetapi untuk terpal tidak bisa terlayani.

Sementara Kepala Kelurahan Karangpanjang, Max Rosely mengatakan telah berkoordinasi dengan seluruh ketua RW dan RT mengimbau warga mereka yang rumahnya terancam longsor segera melapor untuk mendapatkan surat keterangan domisili guna mendapatkan bantuan terpal.

"Khusus untuk RT 004/04 dan RT 16 di Kelurahan Karangpanjang, ada 18 rumah warga yang dilaporkan terancam longsor sehingga sudah meneruskan laporannya ke Wali Kota, DPRD Kota Ambon, BPBD, dan camat," katanya.

Sebab di lokasi ini terjadi musibah bencana longsoran bronjong setinggi 40 meter yang menyebabkan Ny. Feno Leiwakabessy meninggal dunia dan suaminya Nus Tapilatu menderita luka-luka pada 8 Juni 2017.