Perombakan Kabinet JOKOWI-JK, Kembali Menguat

Perombakan Kabinet JOKOWI-JK, Kembali Menguat

Jkt-HN: Menjelang tiga tahun masa pemerintahan Presiden Jokowi, isu reshuffle kabinet kembali menguat. Presiden RI, Joko Widodo, diprediksi akan memperkuat sektor ekonomi untuk memantapkan program-program kerakyatan.

Pada Oktober 2017 nanti, usia pemerintahan Presiden Jokowi genap berusia 3 tahun. Direktur Eksekutif Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio mengatakan jika Jokowi ingin melakukan reshuffle, saat inilah waktu yang tepat. 

Hendri menyebut reshuffle kabinet di 3 tahun usia pemerintahan Jokowi ini ibarat 'Tim Sukses Pamungkas' untuk Jokowi 2 periode. "Ini momen yang paling tepat bagi Presiden melakukan reshuffle. Alasannya satu saja, demi 2 periode. Jadi ini seperti pembentukan Tim sukses pamungkas," kata Hendri melalui keterangan tertulisnya, Kamis (13/7/2017).


Menurut Hendri, nantinya menteri hasil perombakan ini punya 2 tugas utama. Yakni mengembalikan citra Presiden yang dicitrakan tergerus hebat pasca Pilkada Jakarta dan mempercepàt terwujudnya janji janji kampanye.

Jika melakukan reshuffle kabinet, menteri di sektor apa yang sebaiknya diganti?

Hendri menyebut tim ekonomi perlu mendapatkan perhatian utama untuk dievaluasi. "Walaupun Presiden pernah memuji Tim ekonomi saat jelang Lebaran lalu, nampaknya Tim ekonomi tetap menjadi perhatian utama Presiden. Sebab bagi Presiden perut rakyat adalah yang utama. Oleh karena itu sangat mungkin semua Menteri yang berada di sektor ekonomi dievaluasi," paparnya. 

Sektor hukum dan persatuan rakyat serta toleransi, kata Hendri, akan jadi Kelompok Menteri yang akan turut banyak dievaluasi, termasuk pejabat setingkat menteri seperti Kepala Staf Kepresidenan. 

"Tapi secara garis besar semua Menteri berpeluang diganti. Ada 7 sampai 9 posisi nampaknya (akan diganti)," tutur Hendri. 

Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Istana soal kabar akan adanya perombakan kabinet tersebut. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa reshuffle adalah hak prerogatif Presiden Jokowi. Dia pun meminta soal kabar reshuffle ditanyakan langsung ke Jokowi. 

"Tanya beliau (Jokowi) lah," kata JK di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017) kemarin.

Hal yang sama dikatakan oleh Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. "Saya nggak tahu (reshuffle) saya," kata Teten di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017).