Pendemo : Selama Penindasan Tumbuh Subur, Selama Itu Pula Perlawanan Terus Ada

Pendemo : Selama Penindasan Tumbuh Subur, Selama Itu Pula Perlawanan Terus Ada

BULA, hunimuanews.com - Teriakkan para demonstran yang yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Kian peduli Negeri Kian (Simpank) kembali bergelora di Negeri Kian, Kecamatan Kian Darat, Kabupaten SBT pada Jumat, (24/07/2020)

 

Demonstrasi yang berpusat di Kantor Kecamatan Kian Darat itu, awalnya para demonstran melakukan long march dari Negeri Kian menuju Watu-Watu, Desa Administratif Kelaba. 

 

Koordinator Lapangan (Korlap) Jufran Rumadaul dalam orasinya menyampaikan nada sejalan dengan  pembukaan undang-undang dasar. Bawaannya, penindasan di atas dunia harus dihapuskan. Karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan.

 

Sehubungan dengan itu pada sila kelima pancasila, bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. "Maka, Selama penindasan tumbu subur, selama itu pula perlawanan terus ada" tutur Jufran, saat aksi pada Kamis, 23/07 kemarin.

 

Sesampai di halaman Kantor Camat, Jufran meminta Camat Kian Darat, Bahrum Weul Artafella hadir menerima tuntutan para demonstran. Karena sebelumnya, surat pemberitahuan aksi dari Simpank sudah diberikan ke staf bahkan camat. 

 

Namun sayangnya, camat tidak datang untuk menjumpai para pendemo. Padahal, dirinya sudah menjadikan untuk hadir menyaksikan aspirasi pendemo.  Hingga batas jam kantor, camat pun belum kunjung datang menerima tuntutan pendemo. 

 

Alhasil, Korlap mimanta kesediaan dan tanggung jawab Bahar, untuk membatu menyampaikan tuntutan mereka. Kemudian korlap, mengambil tempat di depan pendemo dan membaca tuntutan di hadapan para staf, sebelum menyerahkan.

Berikut poin tuntutan yang dibacakan korlap Jufran.

1. Meminta kepada Camat Kian Darat untuk mendasak Kepala Negeri Adat Kian. Hadir di Negeri Kian menemui Solidaritas Mahasiswa Kian peduli Negeri (Simpank) untuk membicarakan persoalan Negeri Adat Kian.

 

2. Meminta Camat Kian Darat untuk mendasak Kepala Pemerintah Negeri Kian dalam waktu 1×24 jam. Semenjak poin kami bacakan.

 

3. Apabila Camat Kian Darat tidak menghadirkan Kepala Pemerintah Negeri ada Kian dalam waktu 1×24 jam. Maka kami akan melanjutkan aksi di Bula, Kota Kab. SBT.

 

Menutupnya, "Sudah lama beta pung negeri manangis, orang tatua manangis, masyarakat manangis, hari ini beta manangis untuk semuanya". Pungkas Jufran. (HN-Opan)