PDIP Maluku Rapatkan Barisan, Pemecatan Bagi Pembangkan

PDIP Maluku Rapatkan Barisan, Pemecatan Bagi Pembangkan

Ambon, hunimuanews - Instruksi Megawati Soekarnoputri kembali di tegaskan oleh Ketua DPD PDIP Maluku, Edwin Adrian Huwae kepada seluruh kader dan fungsionaris partai dari  DPD hingga anak ranting.

Huwae menyatakan,  PDI Perjuangan tidak segan-segan mengeluarkan surat pemecatan terhadap kader yang mbalelo atau terbukti membangkan dan  tidak menjalankan  amanah partai

Instruksi Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri kepada seluruh kader agar merapatkan barisan..

DPP PDIP dibawah komando Megawati Soekarnoputri, sangat jelas memberikan rekomendasi politik kepada pasangan bakal calon dengan akronim BAILEO itu. Olehnya itu, wajib hukumnya seluruh kader dan pengurus memenangkan pasangan BAILEO di 11 kabupaten/kota se-Maluku. Tegasnya

Di kesempatan yang sama Ketua DPC PDIP Kota Ambon, James Maatita menegaskan, setiap kader dan pengurus partai di tingkat provinsi sampai anak ranting wajib memenangkan pasangan BAILEO. Sanksi pemecatan akan diberikan kepada kader yang membangkang perintah partai.

Maatita juga akan menjalankan instruksi tersebut. Dimana kader yang membangkan akan dipecat. Apalagi yang terdaftar pada daftar caleg 2019 namun tidak menjalankan rekomendasi partai, akan dicoret.

Kader yang terbukti tidak bekerja untuk kemenangan pasangan BAILEO, apalagi bekerja untuk kandidat lain, akan dikenai sanksi. Bahkan, dipecat sekalu kader maupun pengurus. Tegas Maatita

Baik Edwin Huwae maupun James Maatika, kembali  menegaskan sanksi juga bisa diberikan kepada calon anggota legislatif 2019 dari PDIP. Bila diketahui tidak mendukung atau mengamankan keputusan partai, namanya akan dicoret dari Daftar Calon Tetap (DCT).

PDIP bersama Partai NasDem, Hanura, Gerindra , PDIP, PKB, PKPI,PPP dan PAN mengusung bakal calon gubernur dan wakil gubernur Maluku, Murad Ismail – Barnabas Orno dengan akronim BAILEO tersebut. (HN - dms)