APBD-P Adalah Manifestasi Asmara  

APBD-P Adalah Manifestasi Asmara     

BULA, hunimuanews.com-Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten Seram Bagian Timur, merupakan salah satu wujud pelaksanana aspirasi masyarakat (Asmara).

 

Hal tersebut disampaikan wakil bupati Seram Bagian Timur, Fachri Husni Alkatiri saat hadir mewakili bupati, Abdul Mukti Keliobas pada rapat paripurna penyampaian kata akhir fraksi  DPRD terhadap rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2018, Sabtu (29/9).

 

Disebutkan, rancangan perubahan APBD merupakan tanggung jawab bersama pemerintah daerah dan DPRD, guna dibahas dan ditetapkan menjadi peraturan daerah (Perda). “Sebagai suatu manifestasi dari aspirasi masyarakat melalui program kerja selama kurun waktu satu tahun anggaran,”ungkapnya.

 

Dijelaskan, meski semua aspirasi belum terpenuhi dalam satu tahun anggaran, namun perubahan APBD tahun anggaran 2018 merupakan kelanjutan, peletak dasar kebijakan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan.

 

“Sekaligus merupakan komitmen kita bersama untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di negeri Ita Wotu Nusa tercinta ini” tandasnya.

 

Diyakininya, DPRD dapat memaklumi bahwa dalam merampungkan berbagai persoalan sebagai suatu daerah otonom, sesungguhnya masih banyak kekurangan dan ini merupakan tantangan berat yang bisa diselesaikan secara bertahap, bila adanya dukungan DPRD maupun komponen masyarakat.

 

Terkait pesetujuan Fraksi terhadap rancangan perubahan APBD tahun anggaran 2018, ditegaskan telah mengantarkan Pemda dan DPRD untuk menyampaikan persetujuan atas rancangan Perda tentang perubahan APBD kabupaten SBT tahun anggaran 2018, kemudian ditetapkan sebagai Perda.

 

“Semoga ada sikap saling percaya antara pihak eksekutif, legislatif dan seluruh komponen masyarakat, guna mengantisipasi perkembangan-perkembangan yang kelak akan terjadi, yang tidak diinginkan bersama,”tegasnya.

 

Sehingga, dinamika kehidupan masyarakat yang terus mengalami berbagai  perubahan, dapat diantisipasi melalui kebijakan-kebijakan pemerintahan yang komperhenship. “Karena perubahan inilah yang menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan di Kabupaten SBT,”pungkasnya.(SR).