Parpol Sebaiknya Calonkan Figur Populer untuk Maju bertarung di Pilkada 2018

Parpol Sebaiknya Calonkan Figur Populer untuk Maju bertarung di Pilkada 2018
Pengamat dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Muhamaddiyah Provinsi Maluku Utara (UMMU) Ternate Helmi Alhadar berpendapat, sebaiknya partai politik calonkan figur memiliki popularitas di masyarakat untuk maju bertarung di Pilkada Malut 2018.

"Tentu partai akan mengusung orang di luar partai yang memiliki popularitas, janganLAH menduhulukan kader kalau tidak memiliki elektabilitas yang tinggi, sehingga bisa menjadi modal bagi partai itu untuk maju sebagai gubernur maupun wakil gubernur," kata Helmi di Ternate, Minggu.

Dia menyatakan, kalau partai mau melakukan terobosan untuk melahirkan figur alternatif, meskipun tidak ada uang tetapi memiliki integritas dan kapabilitas untuk membangun.

"Itupun kalau berani, kalau tidak kita tak bisa harapkan sesuai dengan apa yang dinginkan oleh masyarakat," kata Helmi.

Menurut Helmi, seharusnya ada figur yang tidak punya uang tetapi memiliki nilai jual yang tinggi berdasarkan ektabilitas dan kapasitas.

Akan tetapi, kalau misalnya partai hanya berpikir pragmatis, maka sudah tentu memilih orang dari segi yang berbeda.

"Sudah tentu orang yang diusung partai itu pasti figur yang nanti bisa memiliki peluang menang dalam pertarungan," ujarnya.

Dia menganggap kalau momentum Pilkada Malut di 2018 ini adalah peluang besar bagi partai yang hanya memiliki sedikit kursi di DPRD Provinsi, sehingga kesempatan ini juga bisa mencuri perhatian masyarakat untuk mengusung figur lama yang tidak asing lagi di Malut.

"Itupun bisa dilakukan kalau partai yang tidak cukup kursi ini dapat bersatu dan mengusung figur alternatif," ujarnya.

Helmi menyatakan, untuk bisa mengimbangi kandidat dari incumbent maupun kekuatan uang, caranya harus menghadirkan figur yang memiliki banyak gagasan dan kalau tidak ada gagasan, maka sudah pasti akan kalah melawan figur incumbent atau yang menggunakan kekuatan uang.