Membudayakan Pola Konsumsi Pangan Bergizi

Membudayakan Pola Konsumsi Pangan Bergizi

BULA, hunimuanews.com - Pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya dijamin oleh Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Bukan  sekadar memenuhi kuantitas pangan tetapi juga kualitasnya.

 

Hal tersebut disampaikan bupati kabupaten SBT, Abdul Mukti Keliobas melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah, Syarif Makmur pada saat sosialisasi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Tahun 2018 di Bula, Rabu (18/7).

 

Dijelaskan, Pasal 60 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 mengamanatkan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban, mewujudkan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal guna mewujudkan hidup sehat, aktif, dan produktif.  

 

Ketahanan Pangan, kata Keliobas merupakan salah satu prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang difokuskan pada peningkatan ketersediaan pangan, pemantapan distribusi pangan, percepatan penganekaragaman pangan, dan pengawasan keamanan pangan segar.

 

“Di sisi lain, pembangunan ketahanan pangan dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan sebagai perwujudan pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi sebagai bagian pembangunan secara keseluruhan,”jelasnya.

 

Terkait penganekaragaman Konsumsi Pangan (diversifikasi pangan), lanjut Keliobas merupakan upaya untuk membudayakan pola konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman untuk hidup sehat, aktif, dan produktif.

 

“Penganekaragaman pangan sangat penting dan mendesak, karena kebijakan terfokus pada peningkatan produksi dan belum mempertimbangkan kecukupan gizi,”ungkapnya..

 

Pangan lokal yang beragam, bergizi, seimbang dan aman  merupakan makanan yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan tubuh dengan jumlah yang berimbang antara kelompok pangan berdasarkan cita rasa, daya cerna dan daya beli masyarakat serta aman untuk dikonsumsi.

 

“Untuk itu, perlu dilakukan sosialisasi maupun gerakan secara terus menerus oleh setiap instansi terkait agar dapat memotivasi kesadaran masyarakat untuk dapat mengkonsumsi makanan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman berbasis sumber daya lokal,”ujarnya.

 

Karena itu, lanjutnya, Sosialisasi Pangan B2SA tahun 2018 pada hari ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah, mempercepa penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat, guna meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan masyarakat, terutama para ibu rumah tangga yang bertugas memilih, menentukan, menyusun, mengolah, menyajikan menu B2SA dalam keluarga. 

 

“Dengan kegiatan ini, harapan saya untuk para peserta agar nanti sepulangnya dari kegiatan hari ini akan menindaklanjuti dan menyampaikan kepada masyarakat tentang tujuan pada kegiatan hari ini,”harapnya.(GR)