Palang Dibuka, Pekerjaan Proyek Jembatan Wailola SBT Berlanjut

Palang Dibuka, Pekerjaan Proyek Jembatan Wailola SBT Berlanjut

BULA, hunimuanews.com-Papan Larangan (Palang) yang terpasang di lokasi proyek pembangunan jembatan Wailolaa besar Kota Bula Seram Bagian Timur (SBT), yang di lakukan oleh pemilik lahan melalui kuasa hukum sejak beberapa hari lalu hingga saat ini sudah kembali di buka dan diperkirakan pembangunan sudah bisa berlanjut.

 

Diketahui perjanjian atas lepasnya papan larangan itu, dilakukan melalui penandatanganan dari sejumlah pihak, yang dimuat dalam surat pernyataan yang telah disediakan sebelumnya, diantaranya pemilik lahan Sadia Rumui sebagai pihak pertama disertai kuasa hukumnya Irwan Mansur, dan diikuti pihak kedua Balai Jalan dan Jembatan sebagai penanggung jawab proyek.

 

Sejalan dengan hal itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten Seram Bagian Timur, Umar Billahmar mengungkapkan, langkah menuju tahap lepasnya papan larangan tersebut, dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi baik dengan sejumlah pihak yang diketahui terlibat langsung dalam masalah dimaksud.

 

"Langkah ini kan awalnya suda ada komunikasi dan koordinasi ini, makanya lewat semua inilah adanya satu kesepakatan bersama untuk harus dilepaskan papan larangan ini," kata Billahmar kepada Wartawan usai dilepaskan papan larangan, Rabu (28/04/21).

 

Billahmar berharap, lepas dari proses tahap awal penyelesaian masalah ini, maka pembangunan proyek jembatan Wailola besar yang berlokasi di Desa Limumir ini, akan segera dilaksanakan jelang beberapa hari kedepan.

 

"Jadi intinya pak irwan selaku kuasa hukum suda memberikan ruang untuk kami, maka pekerjaan ini kita berharap agar tetap berjalan," cetusnya.

 

Selain itu pemilik lahan, melalui kuasa hukum Irwan Mansur mengatakan, secara umum melalui koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencari titik temu atas persoalan dimaksud, dirinya mengaku tutur Irwan, ini merupakan satu keputusan yang diambil selaku Kuasa Hukum berdasarkan pertimbangan yang telah disepakati bersama.

 

"Melalui koordinasi antara pihak balai dan dinas pekerjaan umum, termasuk pemilik lahan yang suda dipertimbangkan melalui beberapa kesepakatan tadi, maka papan larangan ini suda bisa dibuka," Tutur Irwan.

 

Disis lain Irwan mengaku, tujuan pembangunan jembatan itu tak lain adalah untuk kepentingan masyarakat Seram Bagian Timur (SBT) secara kolektif.

 

Ia menambahkan, dengan dilepasnya papan larangan pada loaksi proyek tersebut, tidak mengklaim langsung bahwa proses hukumnya juga ikut berakhir, hal itu dilakukan dengan mengingat masih terdapat kesepakatan lain yang dinilai lebih penting oleh pemilik lahan melalui kuasa hukumnya.

 

Ditegaskan Jika dari sekian kesepakatan yang telah disepakati sebelumnya tidak dapat direalisasikan oleh penanggung jawab proyek, maka persoalan ini pun tak dapat di selesaikan bahkan berpengaruh terhadap berlangsungnya pembangunan proyek tersebut.

 

"Jika minggu depan pihak sabla belum juga merealisasikan atau mengambil langkah langkah kongkrit soal ini, tentang yang telah disepakati bersama hari ini dan sebelumnya, maka beta selaku kuasa hukum akan memproses masalah ini kembali". Tutupnya (HN-MR)