Netralisir Berita Negatif, Polri Terapkan Manajemen Media

Netralisir Berita Negatif, Polri Terapkan Manajemen Media
Netralisir Berita Negatif, Polri Terapkan Manajemen Media

BULA, Hunimuanews.com- Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus meningkatkan kinerja, sehingga kepercayaan publik pun semakin baik. Saat ini, Polri menerapkan program Promoter yang difokuskan pada tiga  kebijakan utama,  yaitu peningkatan kinerja, perbaikan kultur, dan manajemen media.

 

Berbagai upaya perbaikan yang dilaksanakan oleh Polri melalui Program Promoter telah memberikan dampak positif yang sangat signifikan.

 

Program Promoter yang merupakan  tindak lanjut dari program reformasi internal, diterapkan  melalui pendekatan profesionalisme dan modernisasi, guna meraih kepercayaan publik.

 

Program Promoter difokuskan pada 3 kebijakan utama, yaitu peningkatan kinerja, perbaikan kultur, dan manajemen media.

 

Peningkatan kinerja diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, profesionalisme dalam penegakan hukum, dan pemeliharaan stabilitas kamtibmas secara optimal.

 

Polri juga melakukan pendekatan perbaikan Kultur  yakni menekan budaya koruptif, menghilangkan arogansi kekuasaan, dan menekan 4 kekerasan eksesif.

 

“Sedangkan manajemen media dilaksanakan pada media konvensional dan media sosial dengan mengangkat prestasi - prestasi Polri dan menetralisir berita negatif, termasuk hoax,” ungkap Kapolri, Jenderal Pol. Muhammad Tito Karnavian melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Kapolres SBT, AKBP. Saminata pada perayaan hari Bhayangkara ke-72  di Mapolres SBT, Rabu (11/7).

 

Kapolri menegaskan, selama dua   tahun implementasi Program Promoter telah menunjukkan hasil yang baik. Public trust (kepercayaab public)  terhadap institusi Polri terus meningkat.

 

Sebelumnya, pada tahun 2016  Polri termasuk dalam 3 (tiga) institusi paling tidak dipercaya public. Namun, saat ini  berdasarkan hasil survei yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga, telah berada pada 3 (tiga) besar lembaga dengan kepercayaan publik terbaik

 

Jenderal Pol. Tito Karnavian mengungkapkan, hasil survei  Litbang Kompas pada akhir Juni 2016 menunjukkan,  tingkat kepercayaan publik terhadap Polri hanya 63,2%.  Namun, setelah satu tahun pelaksanaan Program Promoter, survei Populi Center pada Agustus 2017 menunjukkan adanya perbaikan kinerja Polri. Dimana,   67,6% responden puas dengan kinerja Polri.

 

Lanjut Kapolri,  survei Litbang Kompas pada Oktober 2017 menempatkan Polri sebagai lembaga yang dipercaya rangking ketiga teratas dengan tingkat kepuasan mencapai 70,2%.

 

Demikian pulahasil survei  Alvara Research Center pada Mei 2018 menunjukkan adanya perbaikan kepercayaan publik, dimana Polri menjadi satu dari dua lembaga yang memiliki trend kenaikan tingkat kepuasan publik dalam periode tersebut. Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri 5 menurut riset ini mencapai 78,8%.

 

Dan yang terakhir Survey Litbang Kompas pada Juni 2018 menunjukkan kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,9%. Hasil ini mengindikasikan bahwa 82,9% Warga Negara Indonesia percaya kepada Polri, tertinggi semenjak era reformasi.

 

Orang nomor satu di  institusi Polri ini mengatakan,  pihaknya  menyadari sepenuhnya,  keberhasilan tersebut  tidak akan dapat diraih tanpa   dukungan dari Presiden dan wakil Presiden RI, para pimpinan lembaga tinggi negara, para pimpinan Kementerian/Lembaga, seluruh anggota MPR / DPR / DPD RI, para mitra kerja, senior dan sesepuh Polri, serta seluruh masyarakat.

 

“Oleh karena itu, selaku Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, pada kesempatan yang baik ini saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya,”ungkapnya.

 

Pihaknya berkomiten, terus  melakukan perbaikan, agar kepercayaan masyarakat dapat terjaga dan terus meningkat “Karena institusi Polri merupakan milik seluruh rakyat sekaligus sebagai aset bangsa Indonesia tercinta,” ungkapnya.(MB)