Napi Gantung Diri karena Kurungan Tak Kunjung Selesai

Napi Gantung Diri karena Kurungan Tak Kunjung Selesai

Diduga stres, seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan  (Lapas) Anak Tanjung Gusta, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menggantung diri, Jumat (9/6/2017) malam.

Dikuti dari kriminalitas.com, menurut informasi yang diperoleh, warga binaan yang tewas itu diketahui bernama Jerwil Raymond Munthe alias Jerwil alias Erwin (18). Pria yang terlibat kasus melarikan perempuan di bawah umur itu gantung diri di toilet umum Lapas  Anak.

Awalnya, saksi Jimmy Rianto Tobing (18) yang juga warga binaan melintas di depan kamar mandi umum. Ia melihat ada pria tergantung di toilet itu.

Merasa penasaran, warga binaan itu masuk ke kamar mandi. Ternyata dia melihat rekannya Jerwil tergantung dengan posisi leher terikat.

Lalu saksi tersebut memanggil temannya yang lain dan melaporkan kepada pegawai Lapas. Kemudian para pegawai Lapas menurunkan warga binaan yang menghuni kamar Blok 1O E dari ikatan itu.

Saat diturunkan itu, Jerwil masih bernafas dan segera dibawa ke Rumah Sakit Bina Kasih. Tapi ketika mendapatkan perawatan, narapidana itu meninggal dunia.

Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia Iptu I Made Yoga ketika dikonfirmasi membenarkan ada warga binaan Lapas Anak Tanjung Gusta yang gantung diri.

“Begitu dapat informasi kami langsung melakukan penyelidikan,” terang dia.

Dari keterangan beberapa saksi, napi tersebut tewas lantaran gantung diri lantaran stres menjalani hukuman.

“Ada dua orang napi dan dua orang pegawai Lapas  yang sudah dijadikan saksi,” ungkapnya.

Dari lokasi kejadian, pihaknya menyita barang bukti berupa 4 tali sepatu warna biru muda dan sepasang sepatu bola warna hitam biru yang digunakan untuk mengakhiri nyawanya.