Murad Ismail : Jangan Coba Berbuat Curang Akan Dilibas

Murad Ismail : Jangan Coba Berbuat Curang Akan Dilibas

Ambon, hunimuanews - Irjen Polisi Murad Ismail mencalonkan diri sebagai Gubernur Maluku periode 2018-2023, menyatakan, tidak mau berbuat curang untuk memenangkan pemilihan gubernur dan wagub Maluku periode 2018-2023.

Saya tidak mau berbuat curang dan mengingatkan kandidat maupun tim sukses pasangan gubernur dan wagub Maluku lain agar jangan berbuat curang,” ujarnya

Hanya saja, jangan ada yang mencoba berbuat curang dalam tahapan pilkada Maluku ini karena kalau ada yang akan dilibas. hal tersebut di sampaikan setelah pasangan dengan slogan BAILEO mendaftaran diri di KPU Provinsi Maluku,  Rabu.

Murat mengimbau jajaran kepolisian agar netral dalam Pilkada Maluku 2018. Dia menginginkan, jajaran polisi di Maluku harus mengawal stabilitas keamanan semakin kondusif ini agar pilkada berlangsung lancar, aman dan sukses.

Saya memang mantan Kapolda Maluku. Namun, tidak mau memanfaatkan jabatan tersebut untuk perbuatan melanggar ketentuan undang-undang (UU). Apalagi menjerumuskan personil maupun institusi polisi dalam tahapan pilkada Maluku,” kata Murad.

Pengajuan surat pengunduran diri kepada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Jakarta telah di layangkan pada 7 Januari 2018 karena memahami ketentuan perundang-undangan

“Saya meminta dukungan moril Kapolri secara pribadi yang merestui mengikuti pilkada dengan tujuan menyejahterakan lebih dari 1,8 juta jiwa penduduk Maluku,” kata Murad.

Dia juga menyinggung alasan sehingga meletakkan jabatan Komandan Korps Brimob dan peluang meraih bintang tiga karena terpanggil untuk membangun Maluku.

Dia menjamin jaringannya dengan investor, anggota kabinet maupun Presiden Joko Widodo akan dimanfaatkan untuk membangun Maluku dengan tujuan menyejahterakan masyarakat.

Pasangan Murad-Barnabas direkomendasikan PDI Perjuangan, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Hanura, PKB, PKP, PPP dan PAN dengan keterwakilan 27 dari 45 legislator Maluku.

Pasangan petahana Gubernur Maluku Said Assagaff dan Bupati Maluku Tenggara Anderias Rentanubun dengan jargon “SANTUN” direkomendasikan Partai Golkar, Partai Demokrat dan PKS masing- masing enam kursi di DPRD Maluku.

Pasangan jalur perseorangan, Herman Koedoeboen-Abdullah Vanath dengan jargon “HEBAT” juga telah mendaftar di KPU Maluku pada 9 Januari 2018 dengan persyaratan harus melengkapi minimal dukungan sebanyak 122.895 orang. (HN - AL)