Menuju Workshop Pengolahan Emas, Ini Penjelasan Stafsus DPP APRI

Menuju Workshop Pengolahan Emas, Ini Penjelasan Stafsus DPP APRI

NAMLEA, hunimuanews.com- Terkait implementasi Workshop pengangkatan sendimen Mercuri sekaligus pengelohan emas berbasis lingkungan yang akan di selenggarakan pada tanggal 26 Juli mendatang di Desa Dava kabupaten Buru, membuat staf khusus (Stafsus) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Irwan A.H.M menjelaskan beberapa poin penting

 

Irwan kepada Wartawan saat di temui di Coffe Talist Minggu (25/07/21) mengatakan, sampai saat ini kesiapan sentral pengolahan sudah 90% rampung untuk proses ready.

 

Irwan yang diketahui selaku Staf Khusus yang ditunjuk oleh DPP APRI untuk melakukan persiapan hingga kunjungan Tim Marves ke Pulau Buru itu dengan beberapa poin perintah.

 

Diantaranya dasar Kegiatan sebagai berikut : Poin Pertama, Instruksi Presiden Republik Indonesia tentang penataan Tambang Rakyat/illegal di seluruh Indonesia.

 

Kedua, Instruksi Presiden Republik Indonesia tentang penanggulangan Penggunaan Mercuri dalam sector industry pertambangan rakyat dan pertambangan emas skala kecil.

 

Ketiga, Sebagai tindak lanjut arahan Presiden pada rapat terbatas tanggal 9 Maret 2017 terkait penghapusan penggunaan mercuri dan pengelolaan tambang emas rakyat skala kecil ramah lingkungan.

 

Keampat, Focus Group Discussion (FGD Bandung 5 Maret 2021) tentang Pengendalian Pertambangan Tanpa Izin dan Pemberdayaan Pertambangan Rakyat Untuk Peningkatan Penerimaan Negara dan Perekonomian Nasional.

 

Kelima, Nota Kesepahaman antara Universitas Pattimura dengan Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia Nomor 47/UN13/DN/2017 tentang ruang lingkup kerjasama meliputi upaya-upaya penguatan dan pengembangan tambang rakyat agar menjadi salah satu sektor matapencaharian masyarakat yang legal, ramah lingkungan, berkelanjutan, dan mampu memberi meningkatkan kesejahteraan masyarakat penambang rakyat Indonesia.

 

Dan poin keenam, Nota Kesepahaman 2727/05/BLB/2018 antara Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian ESDM dengan Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia tentang Pengembangan dan Implementasi Teknologi Penambangan Serta Pengolahan dan Pengelolaan Lingkungan Pertambangan Rakyat . 

 

 

Ia menambahkan berdasarkan surat yang sudah di teruskan ke Pemerintah Pusat, Provinsi dan Pemda Buru. Pemberitahuan kata Irwan dalam rangka mewujudkan usaha pertambangan rakyat di Indonesia menjadi suatu kegiatan ekonomi yang ramah lingkungan hidup (Gren Economi).

 

Maka itu, lanjut Irwan Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia akan mengimplementasikan Kegiatan Workshop Pengangkatan Sendimen Mercuri dan Pengolahan Emas Berbasis Lingkungan, yaitu tanpa menggunakan mercuri dan sianida, untuk mengawali rencana pra kunjungan Asisten Deputi Kemenko Marves sekaligus Diklat Manajemen Pengelolaan Tambang Emas Rakyat di kabupaten Buru. 

 

"Sehubungan dengan itu, bahwa pelaksanaan Workshop nantinya menjadi masukan kepada Kementerian Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia agar menjadikan Desa Dava Kabupaten Buru sebagai lokasi percontohan Nasional Penatakelolaan pertambangan rakyat berbasis lingkungan," ucap Irwan 

 

Sambung Irwan, pelaksanaan kegiatan tersebut disesuaikan dengan surat dimaksud sekaligus upaya memaksimalkan pada hari Senin, 26 Juli 2021 di Desa Dava, Kecamatan Waelata, Kab. Buru, Provinsi Maluku.

 

Selain itu kata irwan, Program Workhsop APRI juga melakukan sosialisasi pengolahan emas tanpa mercuri dan sodium sianida, agar masyarakat penambang memiliki alternatif yang nyata dan ekonomis. Pemilihan Desa Dava, dikarenakan lokasi tersebut merupakan tempat aktivitas tong dan sentral pengolahan yang sebelumnya menggunakan sianida dan jumlah tailing yang cukup banyak dan letaknya relative mengumpul. Secara geografis, parameter dampaknya lebih mudah terukur dan termonitor. 

 

Ia mengaku, selaku staf khusus dirinya ditugaskan dan diamanatkan membuat persiapan agar saat kunjungan benar-benar siap dan menjadi solusi dan juga Pembinaan pelaku kegiatan Ilegal Mining guna menjadi pintu masuk bagi transparansi kegiatan pertambangan rakyat skala kecil di Pulau Buru.

 

"Kita berharap ini adalah solusi dalam rangka menjawab persoalan tambang rakyat. APRI telah menyiapkan sentral pengolahan berbasis lingkungan di desa Dava yang diperuntukan untuk kunjungan dan pusat studi tambang rakyat", tutupnya. (HN-AL