Menangkal Covid-19 Hingga di Pedalaman Pulau Seram

Menangkal Covid-19 Hingga di Pedalaman Pulau Seram

PT. Citic Seram Energy Limited,  perusahaan industri hulu Migas yang beroperasi di kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku ini turut andil mencegah Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di daerah ini. Tidak hanya di kawasan perkotaan, pencegahan juga dilakukan di pedalaman pulau Seram ini

 

 

Rabu (3/6/2020) pagi menjelang siang, jarum jam telah menunjukkan pukul 9:30 WIT, sejumlah mobil milik pemerintah daerah dan instansi TNI/Polri mulai bergerak untuk keluar dari kota Bula ke arah timur ibu kota kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku ini.

 

Sementara itu, langit kota Bula sejak fajar baru menyingsing di ufuk timur, tidak secerah biasanya, karena ada mendung di atas sana yang  terus mencurahkan hujan rintik, ruas jalan di kota Bula tampak kian sepi kendaraan.

 

Mobil-mobil “plat merah” yang membawa sejumlah pejabat daerah kabupaten Seram Bagian Timur, pimpinan TNI, dan pimpinan Polri yang tergabung dalam Gugus Tugas Percepatan Penanganan dan Penanggulangan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) itu, terus melaju secara beriiringan ke arah timur kota Bula.

 

Saya yang berkesempatan turut bersama rombongan Gugus Tugas ini, satu mobil dengan Komandan Kompi 3 Batalyon B Satuan Brimob Polda Maluku, Iptu. Sardi Duwila bersama sejumlah personil Brimob.

 

“Kita akan melihat persiapan tempat karantina yang disediakan Citic,”kata Iptu. Sardi Duwila, memulai penjelasannya tentang tujuan kunjungan rombongan gugus tugas tersebut saat mobil yang kami tumpangi, terus melaju bersama mobil lainnya. 

 

Kunjungan rombongan Gugus Tugas ini dalam rangka memenuhi undangan PT. Citic Seram Energy Ltd, guna melihat secara langsung tempat karantina yang disediakan perusahaan industri hulu Migas tersebut. 

 

Setelah menempuh jarak empat Kilometer lebih dari kota Bula, kami se-rombongan ini lalu berbelok ke arah kanan, kemudian tiba di sebuah pos penjagaan petugas keamanan area PT. Citic Seram Energy Ltd.

 

Ada portal di depan pos penjagaan itu. Penumpang semua mobil pun turun dan harus menjalani sejumlah rangkaian protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang diterapkan di Pos jaga itu.

 

Dari arah pos penjagaan itu, datang beberapa petugas jaga. Satu diantaranya menggenggam sebuah benda berbentuk Pistol, yakni Thermo Gun (alat pengukur suhu tubuh). Alat itu pun diarahkan ke jidat setiap orang yang turut dalam rombingan ini untuk mengukur suhu tubuh. Semuanya lega, karena suhu tubuh masih normal.

 

Tuntas menjalani pengukuran suhu tubuh serta mencuci tangan dengan sabun pada tempat yang disediakan di pos penjagaan itu, kami melanjutkan perjalanan ke lokasi yang menjadi tujuan.

 

Pimpinan dan anggota Gugus Tugas yang turut dalam rombongan ini, diantaranya Asisten I Setda kabupaten SBT yang juga ketua harian Gugus Tugas Ambo Wokanubun, Wakapolres Seram Bagian Timur Kompol.La Udin Taher, Komandan Batalyon B Pelopor satuan Brimob Polda Maluku Iptu. Sardi Duwila, Kepala dinas kesehatan Abas Rumatumerik, kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Usman Keliobas, kepala dinas Kominfo M. Kilwarani, Kasat Polisi Pamong Praja Abdullah Rumain, Sekretaris Badan Kesbangpol Halik Rumeon, dan beberapa staf Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.  

 

Kami bertolak dari pos penjagaan itu, menuju arah hutan.Melintasi jalan Sirtu dan melewati beberapa tanjakan, kami terus bergerak masuk hutan sembari menikmati panorama sekitar dari dalam mobil.

 

Setelah menempuh jarak sekira 15 kilometer dari kota Bula, kami tiba di tempat tujuan, lalu memasuki salah satu lokasi di area PT Citic Seram Ltd, yakni lokasi Driling Camp (Osiel 4) atau lokasi Camp kegiatan pengeboran minyak perusahaan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ini.

 

Tidak terlihat aktivitas di lokasi yang letaknya di pedalaman pulau Seram ini.Tidak terlihat bangunan lain di sini, selain bangunan milik PT. Citic Seram Energy Ltd. Di sekitar lokasi ini terlihat pohon-pohon besar layaknya hutan belantara.

 

Beberapa orang berseragam kerja lengkap tampak menyambut rombongan ini, diantaranya Field Manager PT. Citic Seram Energy Ltd Baigas, Kepala Bagian Humas Hatab Kilbaren, dan dokter khusus pada perusahaan ini, yakni dokter Putra. 

 

“Kami ucapkan selamat datang, bapak-bapak,”ucap Field  Manager, Baigas, memulai rapat singkat dengan Gugus Tugas.”Itu adalah tempat Karantina yang kami siapkan, ”lanjutnya sembari menunjuk ke arah belasan Container yang berjejer di sebelah timur lokasi ini.

 

Kepala Bagian Humas PT. Citic Seram Energy Ltd, Hatab Kilbaren mengatakan, tempat karantina itu sebagai wujud dukungan pihaknya terhadap upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di daerah ini. 

 

“Kami sangat mendukung dan mentaati protokol kesehatan. Menurut dokter kami, tempat ini sudah layak, tapi karena ini merupakan bagian dari bentuk dukungan kami terhadap Gugus Tugas maka kami mengundang bapak-bapak ke sini untuk mlihat secara langsung tempat karantina ini”kata Hatab Kilibaren.

 

Tempat karantina itu, lanjut Kilbaren disiapkan untuk menampung sejumlah karyawan yang tiba dari beberapa daerah, diantaranya dari Jakarta, Makassar serta dari kota Ambon.

 

“Karyawan yang rolling tugas ada sekitar 20 orang yang dari Makassar dan Jakarta, tapi tergantung jadwal penerbangan pesawat juga,”kata Kilbaren.

 

Semua Container yang itu telah “disulap” menjadi tempat layak huni seperti kamar pada umumnya itu, dilengkapi berbagai sarana, yakni meja dan kursi, tersedia  tempat tidur bertingkat untuk empat hingga enam orang, ada yang tersedia dua tempat tidur untuk dua orang. Ada pendingin ruangan (AC), bahkan kamar mandi serta WC.  

 

“Fasilitasnya bagus,”ungkap Kepala BPBD, Usman Keliobas saat masuk dan melihat isi salah satu Container.

 

Selain tempat dan fasilitas yang baik, lokasi karantina itu dinilai cukup aman dan nyaman karena jauh dari pemukiman warga.

 

“Lokasi ini yang kita pakai, karena jaraknya dari pos Security tadi ke sini saja sudah  11 kilometer lebih,pak. Kami juga kurangi pemakaian alat secara bersama-sama, seperti alat makan itu masing-masing punya sendiri,”kata Dokter Putra.

 

Tempat karantina itu juga sebagai wujud upaya mencegah masuknya Covid-19 di area operasi PT. Citic Seram Energy Ltd, sehingga tidak menjadi Cluster baru penularan virus tersebut. 

 

Kendati tiba dari daerah zona merah Covid-19, tapi kedatangan para karyawan tersebut tidak dapat ditunda, apalagi ditolak karena mereka bekerja, memiliki kontribusi penting bagi pendapatan negara melalui perusahaan ini. Pemerintah Daerah pun tidak keberatan, tapi harus mengikuti protokol kesehatan.

 

Sehingga, penyediaan tempat karantian di lokasi ini mendapat apresiasi Gugus Tugas.PT. Citic Seram Energy Ltd dinilai telah menunjukkan kepatuhan pada protokol kesehatan serta membantu meringankan beban pemerintah dan Gugus Tugas dalam menanggulangi dan mencegah penyebaran Covid-19 di daerah ini.

 

“Kami berterima kasih, karena perusahaan (PT. Citic Seram Energy Ltd-red) mau menampung dan mengkarantina karyawan, ”kata ketua harian Gugus Tugas, Ambo Wokanubun disela meninjau tempat karantina tersebut.

 

Dengan adanya tempat karantinan itu, Gugus Tugas tidak perlu repot-repot mengurus para karyawan yang tiba dari luar daerah itu, karena beban itu telah ditanggung secara langsung oleh PT. Citic Seram Energy Ltd.

 

“Tapi kami berharap, koordinasi tetap dibangun antara perusahaan dengan dinas kesehatan dan direktur RSUD Bula untuk memantau  karyawan tersebut,”kata Ambo Wokanubun.

 

Sejak awal wabah virus yang menyasar paru-paru manusia ini, Gugus Tugas telah menggunakan gedung Rusunawa yang baru selesai dibangun di kawasan pantai Gumumae, kota Bula sebagai tempat karantina pelaku perjalanan dari luar daerah. 

 

Setelah ditemukan empat kasus positif Covid-19 pertama di kabupaten SBT pada tanggal 25 Mei lalu, Rusunawa yang dibangun untuk para ASN di kabupaten SBT ini juga dijadikan sebagai tempat isolasi para pasien tersebut. 

 

Field Manager PT. Citic Seram Energy Ltd, A. Baigas mengatakan, sejak awal pihaknya juga telah serius memperhatikan masalah virus ini dalam aktivitas di perusahaan. Bahkan, sebelum penjagaan di berbagai jalur keluar - masuk daerah ini diperketat, langkah pencegahan telah dilakukan pihaknya.

 

“Saat SBT masih zona hijau, kami juga ketat. Saat itu ada pertukaran karyawan, tapi teman-teman inimasuk Camp observasi namanya, tapi mereka tetap bekerja, diperiksa kesehatanya selama 14 hari dulu, kemudian baru masuk ke Camp yang umum,”katanya di hadapan Gugus Tugas.

 

Setelah ditemukan kasus positif Covid-19 di Kabupaten SBT, protokol kesehatan pun ditingkatkan, diantaranya adalah menyediakan tempat karantina bagi karyawan tersebut.

 

Tidak hanya menyediakan tempat karantina, PT. Citic Seram Energy Ltd juga memberlakukan aturan, setiap karyawan yang akan masuk kerja pada awal rolling wajib rapid test. 

 

Rapid test dilakukan atas kerja sama PT. Citic Seram Energy Ltd dengan pemerintah daerah serta Gugus Tugas melalui dinas Kesehatan kabupaten SBT. Para karyawan mengikuti rapid tesd di Puskesmas Bula.

 

“Alat rapid testnya kami yang sediakan,” ungkap kepala Bagian Humas PT. Citic Seram Energy Ltd, Hatab Kilbaren usai mendampingi para karyawan menjalani rapid test, Senin (6/7/2020). 

 

Karyawan yang hasil rapid testnya reaktif, selanjutnya harus melakukan karantina mandiri di rumah, sementara yang non reaktif menjalani karantina di tempat yang telah disediakan tersebut, selanjutnya mengikuti rapid test kedua dan ke tiga.

 

“Bila hasil rapid test kedua dan ketiga non reaktif serta telah mendapat rekomendasi kesehatan dari dinas Kesehatan, baru dapat memasuki lokasi kerja. Jadi, rapid test ini kita lakukan setiap kali rolling kerja,”kata Hatab Kilbaren.

 

Dukungan Disinfektan dan Bahan Pokok

Sebelum menyediakan tempat karantina di pedalaman  pulau Seram tersebut, PT. Citic Seram Energy Ltd telah menunjukkan dukungan terhadap upaya penanggulangan dan pecegahan penyebaran Covid-19 di daerah ini. 

 

Dukungan yang diberikan adalah turut menyediakan ribuan liter cairan Disinfektan untuk mensterilkan  pemukiman warga serta tempat umum, baik kota Bula maupun pemukiman warga dan tempat umum di desa-desa sekitar area perusahaan tersebut.

 

Dukungan tersebut, juga ditunjukan saat penyemprotan Disinfektan secara masal oleh jajaran Polri di daerah ini bersama Gugus Tugas pada tanggal 31 Maret 2020, guna mensterilkan pemukiman warga dan fasilitas umum, diantaranya tempat Ibadah dan pasar, perkantoran serta jalan umum di kota Bula dan sekitarnya.

 

“Itu adalah bagian dari bentuk dukungan kami terhadap upaya penanggulangan dan pencegahan Covid-19, terutama di kabupaten SBT,”kata Hatab Kilbaren.

 

Selain PT. Citic Seram Energy Ltd, pihak Karlez Petroleum Limited, kontraktor industri Hulu Migas yang juga beroperasi di Seram Bagian Timur ini, turut mendukung penyemprotan Disinfektan secara massal yang digelar atas perintah Kapolri ini.

 

Kedua perusahaan tersebut menyumbang puluhan ribu liter air tawar dan puluhan ribu liter cairan Disinfektan serta kendaraan dansejumlah personil untuk penyemprotan.

 

Tidak hanya itu, kedua perusahaan tersebut juga membantu meringankan beban ekonomi warga yang terdampak wabah Covid-19, yakni menyediakan paket beberapa jenis bahan pokok, lalu menyerahkan kepada Polres SBT untuk dibagikan kepada warga pada tanggal 15 Mei 2020. (Oleh : Mansyur Boinauw)