Maluku Utara dijelajahi Tim Wonderful Moluccas Daihatsu Terios

Maluku Utara dijelajahi Tim Wonderful Moluccas Daihatsu Terios

Jkt-HN: Keindahan Indonesia tidak bisa dipungkiri lagi akan membuat kagum semua orang. Dari Sabang sampai Merauke, negara yang terdiri dari banyak kepulauan ini menyimpan keindahan alam dan budaya yang tak tertandingi.

Daihatsu Terios akan membuktikan bahwa Maluku, khususnya Maluku Utara, menyimpan banyak keindahan tersembunyi lewat agenda 7 Wonders. Tahun ini, 7 Wonders mengusung tema Wonderful Moluccas.

Selama 10 hari, peserta Terios 7 Wonders Wonderful Moluccas (7WWM) akan menjajal 7 destinasi yang indah di Maluku lewat jalur darat menggunakan Daihatsu Terios R Adventure. Antara lain Desa Marikurubu yang merupakan saksi sejarah kekayaan rempah-rempah Ternate dan Tidore.

Di desa ini masih berdiri pepohonan cengkeh tua yang diperkirakan berusia 400 tahun. Lalu peserta 7WWM juga akan merasakan sensasi memancing ikan cakalang dengan ritual upacara spiritual di Pulau Hiri, Ternate.

Perjalanan akan berlanjut ke Goa Boki Moruru di Desa Sagea, Halmahera Tengah. Keindahan goa ini makin memukau dengan pemandangan aliran Sungai Sagayen. Maluku juga memiliki pesona fauna yang memukau. Peserta 7WWM akan bertemu langsung dengan burung bidadari yang langka di Taman Nasional Aketajawe Lolobata.

Petualangan di Maluku akan dilengkapi dengan wisata sejarah di Bunker Pertahanan Jepang di Wasile. Di sini ada situs bersejarah yang menyimpan kisah tentara Jepang melawan pasukan sekitu. Ada juga meriam tempur Jepang yang bisa ditemukan di Desa Hate Tabako.

Keindahan budaya Maluku tersirat dari keberadaan Desa Budaya Sasadu. Rumah adat ini punya filosofi yang mendalam dari arsitekturnya. Bahkan para wisatawan bisa menyaksikan upacara budaya di desa ini. Terakhir, peserta 7WWM akan diajak merasakan keindahan Pulau Morotai.

Di hari pertama sebelum menjelajahi Maluku, peserta 7WWM mengunjungi SD Madrasah Ibtidaiyah Nuruddin di Kelurahan Marikurubu, Kecamatan Kota Ternate Tengah. Di SD ini, Domestic Marketing Division Head PT Astra Daihatsu Moto Y Shimizu bersama Kepala Wilayah Indonesia Timur PT Astra Internasional DSO Kroda Kalantara memberikan perlengkapan sekolah sebagai bentuk Corporate Sosial Responsibility (CSR).


"Kami takjub dengan respons masyarakat setempat dan pihak sekolah begitu antusias dengan CSR ini. Momentum ini bertepatan dengan ulang tahun Daihatsu yang ke-110 tahun dan bantuan perlengkapan sekolah diberikan kepada 110 siswa," ujar Kroda dalam keterangan rilis.

Pemberian bantuan ini turut mendukung komitmen PT Astra Daihatsu Motor yang fokus pada masalah pendidikan di Indonesia. Daihatsu memberikan perlengkapan sekolah kepada 110 siswa di 15 sekolah dasar yang ada di Ternate.

Setelahnya, peserta 7WWM berangkat untuk menjelajahi Ternate, Halmahera, dan Morotai. Destinasi pertama adalah Desa Marikurubu yang berjarak sekitar 15 km dari Kota Ternate. Di Desa ini, peserta disajikan dengan kekayaan rempah-rempah khas Indonesia seperti pala dan cengkeh.

Jika ditelusuri dari sejarah, Ternate dan Tidore merupakan salah satu wilayah emas karena kaya akan pala dan cengkeh. Bahkan kedua wilayah ini menjadi kawasan favorit bangsa Eropa dalam berlayar. Desa Marikurubu menyimpan memori peninggalan sejarah tersebut lewat perkebunan rempahnya.

Desa ini terletak di kaki Gunung Gamalama dan berada di ketinggian kurang lebih 700 mdpl. Menariknya, ada pephononan cengkeh tua yang masih berdiri dengan kokoh di desa ini. Dikabarkan usianya telah mencapai 400 tahun.

Selain berkesempatan melihat perkebunan pala yang masih aktif, peserta 7WWM juga bertemu dengan petani pala generasi ke-14 dan bertukar cerita seru seputar sejarah rempah-rempah.

"Bentuk dahan dan banyak cabang pohon cengkeh, usianya bisa ditebak. Ada beberapa pohon yang masuk ke dalam pohon cengkeh yang berusia tua," kata pemerhati sejarah asal Ternate, Azies Momanda.