Langgar Maklumat Kapolri, Polisi Bubarkan Kegiatan Dinas Pendidikan SBT

Langgar Maklumat Kapolri, Polisi Bubarkan Kegiatan Dinas Pendidikan SBT

BULA, hunimuanews.com - Kegiatan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Seram Bahian Timur (SBT), dinilai melanggar maklumat Kapolri Jenderal Idham Aziz, nomor : mak/2/III/2000, tertanggal 19 Maret 2020, tentang kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah, dalam penanganan penyebaran Virus Corona (Covid-19).

 

Kepolisian Resort (Polres) SBT melalui Personil Satreskrim yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Iptu La Bely, membubarkan kegiatan sauna tradisional atau mandi uap yang digagas oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Sidik Rumalowak pada Senin, 30/03/2020.

 

"Kita bubarkan, karena kegiatan ini sudah melanggar maklumat Kapolri tentang Tidak mengadakan kegiatan sosial, kemasyarakatan, yang menyebabkan berkumpulnya masa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum, maupun di lingkungan sendiri" ucap Kasat Reskrim kepada wartawan di Bula.

 

Lanjut Kasat, selain melanggar maklumat Kapolri, kegiatan tersebut juga bertentangan dengan surat edaran Bupati SBT, nomor: 440.443.2/221 tentang Tindaklanjuti Pencegahan dan Penyebaran Corona Virus Disease ( Covid-19 ) di Kabupaten SBT. “ini sudah bertentangan dengan maklumat Kapolri dan surat edaran Bupati" tutur Kasat.

 

Menurut Kasat, kegiatan mandi uap ini bisa dijelaskan Plt. Kadis Pendidikan melalui video singkat. "Caranya dibuat melalui video teriorial. Kemudian dijelaskan bahan-bahan apa saja yang digunakan, lalu dibagikan dengan pedoman lengkap" kata Kasat.

 

Untuk diketahui, demi memberikan perlindungan kepada masyarakat seluruh Indonesia dalam pencegahan Covid-19 Kapolri mengeluarkan maklumat :

 

a. Tidak mengadakan kegiatan sosial, kemasyarakatan, yang menyebabkan berkumpulnya masa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum, maupun di lingkungan sendiri yaitu : 1). Pertemuan sosial budaya keagamaan, kepercayaan, dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan, dan kegiatan lainnya, yang sejenis, 2). Kegiatan konser musik, pekan raya festival, bazar, pasar malam, pameran, dan resepsi keluarga, 3). Kegiatan olahraga, kesenian, dan jasa hiburan, 4). Unjuk rasa, pawai, karnaval, serta 5). Kegiatan lainnya yang mengumpulkan masa.

 

b. Tetap tenang dan tidak panik, serta meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing, selalu mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan pemerintah.

 

c. Apabila dalam keadaam  mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan orang banyak tetap dijalankan, dengan menjaga jarak dan wajib prosedur pemerintah penanganan Covid 19.

 

d. Tidak melakukan pembelian, dan atau menimbun kebutuhan pokok, maupun kebutuhan masyarakat secara berlebihan.

 

e. Tidak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita dengan sumber tidak jelas dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

 

f. Apabila ada informasi yang tidak jelas menghubungi kepolisian.

 

(HN-OPAN)