KSOP Ternate Akan Tindak Tegas Pelaku Pungli

KSOP Ternate Akan Tindak Tegas Pelaku Pungli
Kesyahbandaran Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate, Maluku Utara akan memberikan sanksi tegas kepada oknum petugas yang melakukan praktik pungutan liar (Pungli), terutama di dalam Terminal Armada Semut.

Kepala KSOP Ternate Malut Hengky Mainasi di Ternate, Minggu, menyatakan, setiap kendaraan yang masuk di Terminal Armada Semut dan hendak parkir sering ditagih uang parkir sesuai dengan ketentuan yakni Rp5.000 untuk kendaraan roda dua dan roda empat Rp10.000.

"Kalau ada petugas yang menarik retribusi parkir lebih dari ditetapkan dilaporkan dan kami pastikan oknum tersebut akan dikenai sanksi tegas," katanya.

Padahal, setiap kendaraan yang masuk sudah dikenakan biaya pas masuk sebesar Rp3.000 ribu dan modus yang dilakukan beberapa oknum masyarakat tersebut dengan cara setiap helm kendaraan roda dua di pasang kantong plastik berwarnah merah. 

"Dengan alasan bahwa kendaraan tersebut dijaga sehingga harus membayar biaya parkir sebesar Rp5.000 ribu, sama halnya juga Kendaraan Roda empat juga diberi tanda menggunakan kantong di kaca spion kendaran," katanya.

Dia menegaskan, bila ada oknum petugas KSOP yang bekerja sama untuk melakukan praktek pungli di dalam terminal Armada Semut, maka akan diberikan sanksi tegas, karena di dalam Armada Semut tidak ada retribusi parkir, karena retribusi parkir hanya diluar Terminal Armada Semut.

"Jadi bila ada oknum petugas yang kerja sama dengan oknum masyarakat untuk paktik pungli sanksinya berat," ujarnya.

Hengky enggan menjawab soal pungutan biaya parkir sebesar Rp5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp10.000 kendaraan roda empat, di dalam Terminal Armada Semut karena pihaknya tidak tahu dengan adanya praktek pungli di dalam Terminal Armada Semut.

"Saya tidak tahu soal pungli tersebut, karena saya hanya tahu KSOP hanya menagih pas masuk di pintu, akan tetapi setelah ini saya harus bentuk tim untuk investigasi siapa dibalik praktek pungli itu, dan bila ditemukan ada oknum petugas dan masyarakat maka sama-sama ditindak tegas sesuai dengan prosudur hukum," katanya.