Kota Bula Terendam Banjir, Tukang Ojek Angkat Bicara

Kota Bula Terendam Banjir, Tukang Ojek Angkat Bicara

BULA, hunimuanews.com - Cuaca hujan yang melanda kota Bula selama dua hari, terhitung mulai Senin dan Selasa (23-24/11/2020) itu menimbulkan kepanikan warga kota Bula dan sekitar. Masyarakat kota Bula pun kini berhati-hati dengan kondisi alam yang tidak bersahabat tersebut, lantaran kondisi hujan itu bisa menimbulkan banjir.

 

Hujan yang terus mengguyur kota kabupaten Ita Wotu Nusa ini, kini menjadi perhatian publik dan menimbulkan kepanikan dan keresahan warga setempat, terutama mereka yang tinggal di bawah lereng gunung dan dipinggiran sungai.

 

Saraju Kelutur yang berprofesi sebagai tukang ojek, yang juga merupakan anggota Persatuan Ojek Seram Bagian Timur (Poserbat) menyampaikan, "cuaca buruk  dan curah hujan yang terjadi di kota bula saat ini patut diakui bahwa ini merupakan kondisi alam yang sebenarnya, dimana kondisi ini benar-benar menghambat segala aktifitas, terutama dirinya dan teman-teman anggota poserbat yang setiap hari mata pencaharian mereka hanya sebagai tukang ojek. 

Dirinya juga berikhtiar bahwa, jika kondisi hujan yang cukup deras itu bertahan hingga mengakibatkan banjir maka ia pastikan aktifitas mereka pun terhambat total. jika kota Bula terus terendah banjir,  maka akan mempersempit ruang gerak warga untuk beraktifitas.

 

Anggota Poserbat itu juga meminta kepada pejabat dilingkup pemerintah kabupaten SBT untuk turun secara langsung agar dapat menyaksikan tempat yang menjadi titik rawan banjir, serta melihat ruas-ruas jalan dalam kota maupun di luar kota yang terendam banjir yang saat ini mempersulit warga dalam mengendarai kendaraan maupun yang tidak menggunakan kendaraan. 

 

Kepada wartawan saat dikonfirmasi, kelutur juga menambahkan secara tegas, "agar kondisi banjir yang telah merendam kota bahkan rumah-rumah warga saat ini agar terus diperhatikan oleh instansi teknis dilingkup pemerintah SBT, misalnya Dinas Pekerjaan umum dan Penata Ruang  (PUPR) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tetap menjadi titik fokus dalam memperhatikan masalah banjir dibeberapa titik dalam kota.

 

Selaku tukang ojek dan masyarakat ia berharap persoalan ini tetap diperhatikan dan dilakukan langkah kebijakan untuk keselamatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai tukang ojek. (HN-AMR)