Korea Utara Uji Coba Nuklir Yang Ke 6, Tanggapan Komisi I DPR RI

Korea Utara Uji Coba Nuklir Yang Ke 6, Tanggapan Komisi I DPR RI
hunimuanews.com - Anggota Komisi I DPR Dave Laksono menyebut, sikap Korea Utara seperti preman yang ketakutan ketika melakukan uji coba nuklir hidrogen keenam pada (3/9) lalu. Karena Korea Utara tetap kukuh dengan pendirian yang merasa kehilangan sorotan dari dunia. 

"Ini amat sangat mengkhawatirkan karena korea Utara ini kayak preman yang lagi panik, karena mereka itu keukeuh kehilangan mata pencahariannya, kehilangan daya jualnya kemudian dia mengancam dunia dengan nuklir bom," kata Dave di Kompleks Parlemen, Senaya, Jakarta Pusat, Senin (4/8).

Politisi Partai Golkar ini juga mengungkapkan, tindakan Korea Utara juga akan mengancam stabilitas internasional. Terutama Asia. 

"Tetapi kalau mereka melakukan kegiatan yang cukup gila dengan melemparkan bom nuklir ke Jepang, Korsel dengan jumlah korban yang sangat besar. Tentu akan mengganggu kestabilan dunia terutama di regional asia. Maka dari itu, perlu ada penekanan juga pendekatan damai agar hal itu tidak dapat terjadi," ujarnya. 

Dia berpandangan, sebenarnya Korea Utara belum memiliki keuangan yang cukup untuk melakukan perang. Sehingga selama ini Korea Utara hanya berusaha mengembangkan nuklir. 

"Itu kalau dilihat dari keadaan militer dan kondisi ekonomi bila melakukan serangan nuklir ke Korsel, AS, Jepang jika diserang dengan sangat singkat akan habis mereka, karena senjata mereka hanya nuklir-nuklir itu saja," tuturnya. 

Sebelumnya, Korea Utara kembali menggelar uji coba senjata nuklir keenam yang menimbulkan getaran sebesar 6,3 di Semenanjung Korea. Dalam siaran televisi nasional negara pimpinan Kim Jong-un itu mengklaim telah berhasil menguji coba bom hidrogen dengan daya hancur luar biasa.

Getaran itu terjadi di sekitar 75 kilometer sebelah utara Kimchaek. 

Sementara itu, sebanyak 166 sensor seismik yang digunakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam menganalisis parameter kegempaan menunjukkan adanya sebuah pusat gempa dengan kekuatan magnitudo 6,2 terletak pada koordinat 41,29 LU dan 128,94 dengan kedalaman satu kilometer tepatnya di wilayah Negara Korea Utara. 

Tidak hanya BMKG, sejumlah lembaga pemantau gempa bumi dunia lainnya, seperti Amerika Serikat (USGS), Jerman (GFZ), dan Eropa (EMSC) juga mencatat aktivitas seismik yang tak lazim ini yang juga berpusat di Korea Utara.