Kontrak Berakhir, Ini 8 Jenis Produk Solid di SBT

Kontrak Berakhir, Ini 8 Jenis Produk Solid di SBT

BULA, hunimuanews.com - Masa kontrak program Solid (Smallholder Livelehood Development Project In Eastern Indonesia) di kabupaten Seram Bagian Timur berakhir  tahun ini. Sebanyak 8 jenis produk yang telah dihasilkan di daerah ini. Pemerintah daerah akan melanjutkan program tersebut.

 

Solid merupakan program kerjasama pemerintah Indonesia dengan International Fund For Agricultural Development (IFAT). Program dijalankan dengan tujuan meningkatkan produktivitas petani. Sejak dijalankan pada tahun 2011 lalu, program ini telah berhasil meningkatkan produktivitas petani di Maluku.

 

Di kabupaten SBT, program ini terlaksana di sejumlah kecamatan dan telah menghasilkan sedkitnya 8 jenis produk lokal, diantaranya minyak goreng Minlen, Jus Pala, tepung Cokelat, Kacang Botol Ikan Asin, Ikan Julung kemasan, dan tepung Sagu dengan sub jenis produk yakni kue Sagu dan Danaria.

 

“Dan Sagu itu sendiri. Dimana, Bentuk, rasa dan kemasan Sagu dibuat sedmikian rupa sehingga sedikt berbeda,”kata Kepala dinas Ketahanan Pangan kabupaten SBT, Mirnawati Derlen, menjawab hunimuanews di sela Workshop Temu Bisnis dan Pemasaran Bagi Pelaku Usaha di Sentra Solid SBT di Bula, Selasa (29/5).

 

Menyoal masa kontrak Solid di kabupaten SBT, Derlen mengingkapkan, mas kontrak program Solid di daerah ini berakhir pada tahun 2018.

 

Ditanya tentang tindak lanjut pemerintah daerah setelah kontrak Solid berakhir, Derlen mengatakan, para anggota binaan Solid akan terus didampingi.Sehingga, prodiktivitas mereka terus meningkat.

 

“Dan di tahun 2018 ini Alhamdulillah, sebelum Solid berakhir, pemerintah daerah memberikan kepercayaan untuk mereplikasi kegiatan Solid ini di beberapa wilayah lain. Kami berharap dapat terlaksana di seluruh wilayah di kbupaten Seram Bagan Timur,”katanya.(HN-GR)