Konferensi Pers, PLT Kadis Pendidikan Terapkan Sistem Belajar Di Rumah

Konferensi Pers, PLT Kadis Pendidikan Terapkan Sistem Belajar Di Rumah

BULA, hunimuanews.com - Dalam rangka mendaklanjuti surat edaran Menteri Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Mendikbud) Republik Indonesia. Nomor 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Virus Corona atau Covid-19.

 

"Kami memandang perlu menggelar konferensi pers untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat. " ucap PLT Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Sidik Rumalowak pada Kamis, 26/03/2020.

 

Konferensi pers yang berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan itu Rumalowak mengatakan, langkah pembelajaran siswa dari rumah seusai pihaknya melakukan koordinasi dengan Bupati Abdul Mukti Keliobas. "Kami pun sudah melakukan koordinasi dengan pak bupati, dan beliau menyerahkan kepada kami, bahwa unit teknis silahkan untuk mengambil langkah sesuai dengan apa yang menjadi acuan kementerian itu sendiri" ucap Rumalowak.

 

Atas dasar itu, Rumalowak mengeluarkan surat edaran nomor 420/67/2020, tentang tindak lanjut pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Virus Corona di Kabupaten SBT. Surat edaran tersebut ditunjukkan kepada Kepala UPTD dan Kepala SD, SMP se Kabupaten SBT untuk menyampaikan ke siswa dan orang tua wali murid.

 

"Untuk itu, surat kendaraan ini nanti kami sampaikan langsung ke sekolah-sekolah. Dibantu oleh Kepala UPTD dan Kepala SD, SMP di tempat tugas masing-masing" tutur Rumalowak.

 

Untuk diketahui, berikut adalah poin edaran yang disampaikan PLt. Kadis Pendidikan Sidik Rumalowak. 

 

1. Siswa diwajibkan belajar dari rumah dengan cara membaca, menulis, berhitung. Selain itu, mengaji, menunaikan sholat bagi siswa yang beragama Islam. Serta melaksanakan ibadah bersama orang tua bagi siswa-siswi non muslim.

 

2. Terkait ujian sekolah untuk kelulusan dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut. Pertama, tidak diperbolehkan bentuk ujian sekolah untuk kelulusan dalam bentuk tes yang mengumpulkan siswa. Kedua, ujian sekolah dapat dilakukan dalam bentuk nilai raport. Ketiga, bagi sekolah yang telah melaksanakan ujian sekolah, dapat menentukan nilai ujian sekolah untuk menentukan kelulusan siswa.

 

Sementara yang belum melaksanakan ujian sekolah, maka berlaku ketentuan sebagai berikut. Pertama, format rekapitulasi nilai raport jenjang SD sederajat tiap mata pelajaran, untuk disampaikan kepada Dinas Pendidikan dalam bentuk Soft Copy pada 04 sampai 09 Mei 2020. Kedua, format rekapitulasi nilai raport jenjang SMP sederajat tiap mata pelajaran, untuk disampaikan kepada Dinas Pendidikan dalam bentuk Soft Copy pada 11 sampai 16 Mei 2020.

 

Diakhir kegiatan Rumalowak menegaskan, ujian kenaikan kelas yang mengumpulkan siswa tidak diperbolehkan. Kecuali sudah terlanjur dilaksanakan sebelum surat edaran ini. "Ujin kenaikan kelas dilakukan dalam bentuk partofolio dan penugasan secara mandiri dan disambut pada pihak sekolah sesuai waktu ditentukan" tutup Rumalowak. (HN-OPAN)