Kondisi PLN Buat Warga Resah, Ini Langkah Anggota DPRD SBT Azis Keliandan

Kondisi PLN Buat Warga Resah, Ini Langkah Anggota DPRD SBT Azis Keliandan

BULA, hunimuanews.com - Sejak tiga bulan tekahir ini, kondisi PLN yang berpusat di Kecamatan Kian Darat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), selalu membuat warga merasa resah akibat mati dan hidup listrik yang tidak jelas. Padahal, penagihan rekening listrik selalu tepat waktu, sesuai ketentuan PLN yang berlaku.

 

Atas kondisi itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten SBT Abdul Azis Keliandan pada Senin, (22/06/2020) bersamaan pemuda setempat, menyikapi masalah tersebut.

 

Keliandan yang juga Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Kabupaten SBT itu kepada media ini di Kota Bula mengatakan, atas keluhan warga tentang kondisi PLN, selaku wakil rakyat dirinya tak bisa diam diri.

 

"Saya bersama pemuda perwakilan Kecamatan Tutuk Tolu, Kecamatan Kian Darat dan beberapa  perwakilan masyarakat mediasi dengan pihak PLN setempat, terkait dengan Kondisi PLN yang sangat meresahkan warga" ucap Keliandan, Selasa, 23/06/2020.

 

Keliandan menjelaskan, dalam pertemuan tersebut baru diketahui pemuda dan masyarakat setempat, bahwa alat untuk kembali mengsatbilkan pelayanan PLN  di beberapa kecamatan itu sedang dalam tahapan pengeriman dari Jakarta menuju Ambon.

 

 

"Pihak PLN menjelaskan, dalam waktu satu bulan PLN sudah akan kembali pulih. Karena sementara alatnya sudah dari Jakarta menuju Maluku" kata Keliandan, DPRD asal Kecamatan Kian Darat itu.

 

Selain itu lanjut Keliandan, dirinya akan kembali bersama pemuda dan masyarakat setempat dalam dua Minggu kedepan, menanyakan sejauh mana tingkat komunikasi dan pengadaan alat dimaksud. 

 

"Kondisi PLN Meresahkan, baru dari pegawai PLn tidak memberikan informasi kepada warga terkait dengan kondisi yang ada, ini yang jadi masah juga" kata Keliandan.

 

Atas upaya ini, wakil rakyat yang kerap berbaur dengan masyarakat itu meminta agar, masyarakat tatap sabar, dan menanti kepastian yang sudah dijanjikan pihak PLN.
"Apabila tidak dijalankan sesuai janji, saya bersama pemuda dan masyarakat setempat akan kembali lagi" tutup Keliandan. (HN-OPAN)