Komisi B DPRD SBT, Serius Atasi Masalah PSK di Kota Bula

Komisi B DPRD SBT, Serius Atasi Masalah PSK di Kota Bula

BULA, hunimuanews.com - Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Ismail Rumbalifar mengatakan, pihaknya dengan serius mengatasi masalah kehadiran Pekerja Seks Komersial (PSK) di tempat-tempat kafe di Kota Bula.

 

Rumbalifar saat ditemui wartawan dirinya menjelaskan, pada Sabtu, 15 Februari kemarin, Komisi B telah memanggil Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten SBT untuk ditanyakan soal perizinan tempat karaoke yang ada.

 

"Pada rapat tersebut yang jelasnya katong (kami) panggil Dinas PTSP SBT itu, dalam rangka mengecek perizinan. Jadi Katong cek kembali soal perezinanya tempat karaoke yang di Kota Bula" ucap Rumbalifar pada awak media. Di ruang kerjanya Senin, 17 Februari 2020.

 

Rumbalifar mengaku, ternyata izin yang dikantongi hanya sebatas tempat karaoke, dan bukan dijadikan tempat penampung PSK. "Ternyata perizinannya hanya tempat karaoke. Bukan tempat prostestusi alias pekerja seks" ucapnya.

 

Usai rapat, selaku ketua Komisi C dirinya bersama sejumlah anggota, mengunjungi beberapa lokasi yang diduga telah menerima PSK asal janjung batu merah Kota Ambon yang kerap viral saat ini di Bula.

 

"Setelah rapat Komis C langsung melakukan pengecekan di Cafe-cafe. Ternyata jumlah kerja yang ada masih seperti biasanya. Artinya tidak ada penambahan pekerja PSK di tempat karaoke" tutur Rumbalifar.

 

Dirinya mengakui, hasil temuan lapangan di Cafe KPU kawasan Sasar Kota Bula, ada sembilan tenaga kerja. Terhitung dari pemilik kafe sampaikan pelayan. Namun, buka pelaku PSK. Rumbalifar melanjutkan, Sementara di tempat kareoke lain belum terdeteksi. 

 

Untuk itu sebagai Ketua Komisi C Rumbalifar mengingatkan pada pemilik Kafe, apabila kedapatan dalam minggu ini atau satu dua bulan kedepan ada PSK. Maka  izin tempat karaoke akan dicabut dan dikeluarkan dari SBT.

 

"Dan kami sampaikan pada semua pemilik kafe, untuk tidak menerima PSK yang datang dari luar daerah manapun" tutup Rumbalifar dengan nada tegas. (HN-Opan)