Kinerja Tak Wajar Oknum Petugas PLN

Kinerja Tak Wajar Oknum Petugas PLN

 

BULA, Hunimuanews.com - Penagihan rekening listrik  mencurigakan terjadi di kecamatan Tutuk Tolo kabupaten Seram Bagian Timur. Ada pelanggan PLN di wilayah itu dibuat heran, karena penagihan rekening listrik tanpa kwitansi asli milik PT. PLN (Persero).

 

Hal tersebut terungkap saat sosialisasi Listrik Desa (LISSA) yang digelar PT. PLN (Persero) wilaya Maluku dan Maluku Utara di kota Bula, Jumat (4/5).

 

Saat sesi diskusi Sosialisasi tersebut, salah satu pelanggan PLN di kecamatan Tutuk Tolo membeberkan, pernah ada oknum petugas PLN menagih rekening listrik di wilayah itu hanya menggunakan kwitansi yang biasa sebagai bukti pembayaran.

 

“Itu ada petugas PLN. Entah dia honor atau apa,  yang jelas  saya kenal dia. Saat tagihan rekning (kwitansi-red) tidak menggunakan logo PLN. Dia pakai kwitansi panjang yang biasa dijual di toko. Dia datang, tulis nominalnya sekian. Ini tidak wajar,”ungkapnya.

 

Kendati kwitansi tersebut dinilai janggal,  tapi terpaksa membayar karena membayar rekening listrik  adalah kewajiban sebagai pelanggan PLN.

 

“Okelah kita bayar. Tapi saat rekening Koran keluar, bulan yang sama masih ada di rekening Koran itu. Semoga menjadi perhatian bagi yang punya wewenang,”tandasnya.

 

Mendengar keluhan tersebut, Manager Humas dan Hukum PT.PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Ramli  Malawat  menegaskan, bila masyarakat menemukan ada petugas PLN yang menggunakan kwitansi biasa, maka segera dilaporkan.

 

“Kalau dia pakai Kwitansi panjang lalu dia tulis dengan pena, tangkap dan laporkan ke Polisi,”ujarnya.

 

Di tempat yang sama, kepala PLN Rayon Bula, Musa Rumain menegaskan, pihaknya menggunakan kwitansi resmi PT.PLN.

 

“Kita menggunakan kwitansi PLN, namnya kwitansi 106. Kwitansi itu bisanya kita gunakan saat pasang baru dan itu sah. Nanti kita kembalikan rekeningnya ketika selesai cetak rekning aslinya di loket,”jelasnya. (HN - MB)