Kepala Pemerintah Negeri Adat Kian SBT Dinilai Tidak Memiliki Visi-Misi

Kepala Pemerintah Negeri Adat Kian SBT Dinilai Tidak Memiliki Visi-Misi

BULA, hunimuanews.com - Kepala pemerintah negeri adat kian, Abdul Razak Weulartafela. Dinilai selama menjabat sampai saat ini, tidak memiliki visi dan misi untuk menata dan mengelola negeri Kian, kecamatan Kian darat, Kabupaten Seram Bagian Timur, selasa (21/07/ 2020)

 

Masyarakat Negeri adat  Kian sangat setuju dengan adanya poster yang bertuliskan "kepala pemerintah Negeri adat Kian datang kamari katong bicarakan persoalan negeri" oleh solidaritas Mahasiswa Kian peduli Negeri (simpank) yang terpampang di Kantor Desa Kian kecamatan Kian darat Kabupaten Seram Bagian Timur pada Minggu (19 Juli 2020) Lalu.

 

Pergerakan yang dilakukan oleh solidaritas Mahasiswa Kian peduli Negeri (simpank), di apresiapsi oleh masyarakat Kian "kami sangat mengapresiasi dan mendukung pergerakan ini, bahwa secara tidak langsung ini adalah salah satu bentuk kepedulian mereka sebagai anak Negeri untuk membasmi ketidak-adilan dan penindasan di Negeri" kata Karim Rahman.

 
Selain itu, Jafar Sukunwatan mengungkapkan perjuangan mereka semata-mata demi membela masyarakat yang sudah lama tertindas. namun tak mampu berkata-kata sebab, tindakan penguasa serupa kami dalam zaman penjajahan.

 

Sukunwatan menambahkan Gerakan ini sebagai tanda peringatan untuk kepala pemerintah Negeri adat Kian agar kedepannya lebih baik dalam mengatur dan  menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan prosedur yang ada.

 

Sementara itu, Sahadia Rumadaul juga mngungkapkan Selama ini pimpinan negeri adat Kian tidak melakukan apa -apa di negeri ini, sudah berapa tahun, dari dilantiknya sebagai kepala pemerintah Negeri sampai sekarang, tidak ada bukti apa-apa."Tingal di negeri ini saja tidak jelas, apalagi mau bangun apa di negeri ini". Ujarnya

 

Lanjut Rumadaul, sampai saat ini kepala pemerintah Negeri belum bisa tinggal di negeri Kian, karena isterinya mengajar di Bula, tapi sudah jadi Kepala pemerintah  Negeri isterinya akan pindah ke Kilaba biar dekat. Namun  jembatan belum ada, isterinya belum bisa masuk keluar di Negeri Kian."sekarang Jembatan sudah jadi lalu mau apa lagi" ujarnya. (HN-Opan