Tanggap Kemiskinan, Bappeda SBT “Nadudu Wanu”

 Tanggap Kemiskinan, Bappeda SBT “Nadudu Wanu”

BULA, hunimuanews.com - Guna mengevaluasi program pengentasan kemiskinan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten Seram Bagian Timur melakukan survey melalui program “Bappeda Nadudu Wanu” (Bappeda turun ke kampung/desa).

 

Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Litbang kabupaten SBT, Ekayanti Wokanubun mengatakan, program Bappeda Nadudu Wanu sebagai bagian dari upaya percepatan pengentasan kemiskinan di daerah ini.  

 

Melalui program tersebut, pihaknya akan mengumpulkan data tentang dampak program pengentasan kemiskinan terhadap rumah tangga miskin serta kemiskinan wilayah.

 

“Kami akan turun langsung ke desa, melihat sejauh mana dampak program pengentasan kemiskinan yang selama ini dijalankan ole OPD (Organisasi Perangkat Daerah) teknis,”ungkapnya setelah memaparkan program Bappeda Nadudu Wanu di hadapan sejumlah pimpinan OPD di kantor Bappeda kabupaten SBT, Selasa (24/7).

 

Terkait rumah tangga miskin, lanjut Wokanubun, survei akan difokuskan pada dampak berbagai program pemerintah, diantaranya Program Keluraga Harapan (PKH), Raskin, Kartu Indonesia Sehat (KIS) serta Kartu Indonesia Pintar (KIP)

 

“Sejauh mana program pengentasan kemiskinan diterima dan dimanfaatkan. Apakah sasarannya adalah masyarakat miskin atau tidak,”tegasnya.

 

Sementara terkait kemiskinan wilayah, Wokanubun mengungkapkan, pihaknya akan melakukan survei tentang pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan serta insfrastruktur.

 

Selain itu, survei yang akan dilakukan melalui program Bappeda Nadudu Wanu juga untuk mengidentifikasi potensi sumber daya alam di setiap desa atau wilayah.

 

Hasil dari survei tersebut, lanjutnya akan menjadi informasi data bagi OPD di lingkup Pemerintah kabupaten SBT dalam merumuskan program pembangunan.

 

Kata Wokanubun, selain OPD, hasil survei yang dilakukan dengan penyebaran Quesioner ini juga dapat dimanfaatkan oleh pihak lain, diantaranya pendamping desa serta investor.

 

“Untuk pengumpulan data, kami akan jadikan tiga kecamatan sebagai sampel yaitu kecamatan Bula Barat, Teluk Waru dan kecamatan Tutuk Tolo,”ungkapnya. 

 

Lebih lanjut Wokanubun mengatakan, pihaknya juga akan membuat aplikasi Bappeda Nadudu Wanu SIIP atau Sistem Informasi Integrasi Perencanaan. Sehingga, mempermudah semua pihak mengetahui hasil survei.

 

“Ketika data quesioner ini dimasukkan ke dalam aplikasi, mudah diketahui. Contohnya, OPD Perumahan dapat mengetahui jumlah rumah yang perlu dibantu dalam hal atap, dinding dan sebagainya,”katanya.(MB)