Kapasitas Fasilitator Solid Ditingkatkan

Kapasitas Fasilitator Solid Ditingkatkan

BULA, hunimuanews.com-Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Seram Bagian Timur, Senin (15/10) menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas pendamping dan Fasilitator Desa Solid Tahun 2018.

 

Kegiatan yang digelar Sigafua Resto, kota Bula ini dihadiri pimpinan Solid, pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para coordinator dan Fasilitator Solid desa dan 15 Kelompk tani.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Mirnawati Derlean, dalam sambutannya menyampaikan, Pelatihan peningkatan kapasitas pendamping dan fasilitator desa SOLID dan replikasinya di kabupaten Seram Bagian Timur, guna membekali pendamping dan fasilitator tentang pengembangan sentra bisnis, yakni sesuai potensi di masing masing wilayah. 

 

Dijelaskan, pemahaman tentang desain pengembangan sentra dalam sebuah kawasan bisnis, perlu dipahamai dengan benar oleh pendamping dan fasilitator, terutama tentang desain pengembangan sentra bisnis.

 

“Desain pengembangan sentral bisnis perlu dipahami secara utuh dengan mengintregrasikan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mendorong pengembangan sentral,”ungapnya. 

 

Derlen menambahkan, pada tahun 2018, kabupaten Seram Bagian Timur mendapatkan  tambahan kegiatan, yakni Farmer Business School (FBS)  melalui kerjasama SOLID dan CIAT pada beberapa desa SOLID. “Untuk pengembangan ubi jalar dan singkong kuning dalam sebuah rantai nilai,”katanya.

 

Untuk itu, lanjutnya para pendamping dan fasilitator diharapkan lebih serius di setiap desa binaannya.

 

Sehingga, pengelolaan potensi sumberdaya dapat dijalankan sesuai dengan prinsip tatakelola usaha bisnis yang mampu memberikan nilai ekonomis bagi kesejateraan masyarakat.

 

Ia menambahkan, penguatan sentral bisnis pada desa-desa SOLID dan replikasinya dilakukan secara terpadu, yakni melalui pemberdayaan masyarakat, peningkatan produktifitas pertanian dan perikanan, intervensi sarana dan prasarana dan tatakelola rantai pemasaran.

 

“Kesemuanya saling mendukung untuk pengembangan sentra bisnis pada masing-masing wilayah pengembangannya,”tandasnya.

 

Ia berharap, melalui kegiatan ini, para pendamping dan fasilitator mampu mengorganisir kelompok, menumbuhkan inisiatif di setiap anggota kelompok, melakukan tertib administrasi, pencatatan/pembukuan kelompok dan menguasai teknis lapangan secara baik, sehingga apa yang diharapkan bisa tercapai.(GR)