Jadi Narasumber Dialog HAD, Kolatfeka : Kondisi SBT Memprihatinkan

Jadi Narasumber Dialog HAD, Kolatfeka : Kondisi SBT  Memprihatinkan

 

AMBON, Hunimuanews - Ketua Lembaga Kalesang Lingkungan Maluku (LKLM) Costansius Kolatfekamengatakan, kondisi air bersih di kabupaten Seram Bagian Timur memprihatinkan. Masih ada masyarakat di banyak desa yang belum menikmati air bersih scara baik.  

 

 

Hal tersebut disampaikan Kolatfeka saat hadir sebagai  narasumber dialog  Hari Air Dunia (HAD) 2018  yang diselengagarakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku – Maluku Utara bersama Institut Agama Islama Negeri (IAIN) Ambon dan LKLM  di kampus IAIN Ambon, Kamis (22/3).

 

 

Kolatfeka mengatakan, sesuai data yang diperoleh pihaknya, jumlah desa  di kabupaten SBT yang telah memiliki sarana air bersih belum sampai 50 persen. Sekitar 50 persen desa di daerah itu yang belum memiliki akses air bersih secara baik.

 

 

“ Di kabupaten SBT juga terdapat pulau pulau kecil yang berpenghuni dan padat penduduknya, namun kendala mereka adalah akses air bersih.Kondisi ini memprihatinkan,”kata Kolatfeka.

 

 

Tidak hanya kesulitan air bersih, masyarakat di kabupaten SBT, terutama di kota Bula juga diperhadapkan pada masalah lain yakni bencana banjir. Setiap hujan deras, air di sungai meluap hingga ke jalan umum dan rumah warga.

 

 

Kondisi tersebut, menurut Kolatfeka membutuhkan perhatian serius semua stakeholder, terutama pemerintah. Baik pemerintah kabupaten SBT, provinsi Maluku aupun pemerintah pusat.

 

 

Pemerintah perlu menyediakan sarana air bersih yang baik di desa-desa yang masih mengalami kesulitan.

 

 

Selain itu, pemerintah juga perlu memperbaiki drainase di daerah-daerah yang rawan banjir, terutama di kota Bula.

 

 

Karena, pada kesempatan dialog tersebut, Kolatfeka mengungkapkan pihaknya telah bekerja sama dengan BWS Maluku-Mauluku Utara untuk menggelar HAD 2018 di kota Bula pada tanggal 6-7 April nanti.

 

 

Dikatakan, melalui momentum HAD tersebut,  semua pihak diharapkan memberikan perhatian yang lebih seriusterhadap kondisi  di kabupatn SBT.

 

 

Untuk diketahui, puncak HAD  yang dilaksanakan di KAMPUS IAN Ambon  melibatkan semua pihak di Antaranya. BWS Maluku - Maluku Utara, Ddinas PU provinsi Maluku, , dinas PU kota Ambon, dinas lingkungan hidup provinsi Maluku, Dinas LH kota Ambon.. Komunitas Mahasiswa Pencinta Alam di lingkungan kampus IAIN dan  Unpati, komunitas peduli sungai LKLM.

 

 

Hadir sebagai nrasumber pada dialog dengan tema   "Mari  Kaleseng Alam Vor Jaga Air" tersebut antara lain,  pimpinan dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, BWS Maluku-Maluku Utara, dan Akademisi Unpatti Prof. Rafael Ozok.

 

 

Selain doalog, kegiatan puncak HAD tersebut dilaksanakan dalam bentuk beberapa jenis kegiatan antara lain, bersih hulu sungai Wairuhu, penanaman pohon, dan donor darah.(HN-MB)