Guru Produktif Bermasalah, KNPI : Harus Diseriusi

Guru Produktif Bermasalah, KNPI : Harus Diseriusi

BULA, hunimuanews.com - Proses belajar mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri 2 Bula kabupaten Seram Bagian Timur diperhadapkan pada berkurangnya jumlah guru mata pelajaran produktif.

 

Husen, salah satu guru kontrak mata pelajaran produktif pada SMK negeri 2 Bula mengungkapkan, kondisi tersebut dilatari masalah kontrak serta honor.

 

Padahal, menurut Husen yang saat ini memilih tidak aktif di sekolah ini, sudah ada surat tugas dari pemerintah provinsi Maluku tentang kontrak serta honor yang dibiayai dengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Tapi tidak diterima oleh guru mata pelajaran produktif yang dikontrak tersebut.

 

Sebelumnya, SMK negeri 2 Bula memiliki enam guru kontrak yang mengajar mata pelajaran produktif. Mereka, masing-masing mengajar 5 sampai 6 mata pelajaran dari 35 mata pelajaran produktif. 

 

Kepala SMK Negeri 2 Bula,  Sofyan Luturlean saat dikonfirmasi tidak menampik hal tersebut. “Guru Produktif ada, tapi sebagian besar pasif, karena pemutusan kontrak guru daerah,”ungkap Luturlean via telepon seluler, beberapa hari lalu.

 

Luturlean juga mengakui, ada surat tugas terkait para guru kontrak tersebut. Tapi, surat tugas itu hanya sebagai dasar hukum Sekolah untuk membayar honor guru tersebut.

 

“Betul ada surat tugas, tapi tidak diikuti dengan gaji, hanya sebagai dasar hukum untuk sekolah membayar honor guru. Tentu disesuaikan dengan kondisi sekolah,”katanya.

 

Pengurus DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kabupaten SBT, Alman Vary Rumata saat dimintai komentarnya mengatakan, pemerintah daerah perlu seriusi masalah tersebut.

 

Menurut Rumata, pemerintah daerah melalui dinas pendidikan perlu mengambil langkah cepat dan tepat dalam menyelesaikan masalah tersebut. Bila berlanjut, sangat mungkin berdampak lebih buruk terhadap dunia  pendidikan di daerah ini, terutama proses belajar-mengajar di SMK negeri 2 Bula.

 

“Bila terjadi pemutusan kontrak atau masalah lainnya, perlu diselesaikan secara cepat agar tidak berlarut dan berdampak lebih parah terhadap proses belajar mengajar di sekolah tersebut,”ungkap Wakil ketua KNPI bidang Kesejahteraan Masyarakat ini, Senin (6/8).

 

Rumata menegaskan, pentingnya pemerintah memberikan perhatian serius pada masalah tersebut juga karena mengingat pendidikan merupakan salah satu kebutuhan penting untuk membangun daerah ini.

 

“Yakni melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Terutama SDM generasi muda di daerah ini. Karena itu, kita butuh guru yang memadai. Baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Sehingga, kalau ada masalah terkait guru, perlu diselesaikan secepatnya,”pungkasnya.(GR)